Lombok Post
Feature

Menu Sederhana yang Penting Romantis

SAHUR MESRA: Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin saat sahur bersama sang belahan jiwa, Hj Syamsiah M Amin di kediaman dinasnya, Rabu (7/6).

Ramadan, aktivitas Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin tiada surut. Lombok Post yang melongok menu sahur Pak Wagub menemukan sebuah rahasia di balik semangatnya yang tak pernah susut. Rahasia itu lahir dari racikan tangan istri tercinta, Hj Syamsiah M Amin. Apa itu?

***

JARUM jam belum tepat menunjuk angka tiga. Di luar gelap masih menyergap. Sebagian besar penghuni pendopo Wakil Gubernur di Jalan Panjitilar masih dibekap lelap. Kecuali Sat Pol PP, pengawal keamanan orang nomor dua di NTB itu.

Tapi, Hj Syamsiah M Amin sudah terjaga. Padahal, matanya baru terlelap tak lebih dari dua jam. Namun, rasa kantuk itu diusirnya cepat-cepat. Penutup kepala warna putih tulang dikenakan. Ibu dari tiga orang anak itu bergegas menuju dapur.

Seorang juru masak menyambutnya dengan senyum. Syamsiah sigap menyiapkan perabotan memasak. Di dapur itulah istri Wakil Gubernur NTB tersebut mengeluarkan a�?magicnya.a�?

Ia ulet mengulek bumbu, menggoreng ayam, hingga memasak sayur mayur. Dalam hitungan sejam, beberapa menu sudah siap saji. Hmmmma�� Aromanya membangkitkan hasrat makan di kala kantuk menyergap.

a�?Kalau sudah siap semua makanan, baru biasanya saya bangunkan bapak dan yang lainnya buat sahur,a�? kata Syamsiah kepada Lombok Post yang ikut menyantap sahur di kediamannya, Rabu (7/6).

Dini hari itu di meja makan, sudah tersaji beberapa piring cumi goreng sambal, ayam kampung goreng, dan sop kaki sapi. Pak Wagub, yang baru tiba di meja makan pun langsung mengulas senyum manakala mendapati sajian menu sahurnya.

a�?Saya sukanya ayam goreng. Tapi ayam kampung,a�? kata Wagub disela-sela menyantap menu sahurnya.

Menurut pria kelahiran Sumbawa itu, yang paling penting adalah semua dimasak oleh sang istri. Istrinyalah yang paling mengerti rasa masakan yang cocok untuk lidahnya.

a�?Saya tahu mana yang dimasak istri dan yang tidak,a�? canda Wagub.

Untuk itu, Syamsiah sendiri mengaku selalu memasak unsuk sang suami. Selain juga karena memasak sebenarnya adalah hobinya sejak dulu.

a�?Saya malah punya cita-cita buka usaha kuliner suatu saat nanti,a�? cerita Syamsiah yang kini juga disibukkan oleh aktivitas sebagai Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK NTB.

a�?Kadang banyak yang kaget juga begitu tahu saya masih masak padahal di sini kan ada juru masak. Tapi, itulah namanya hobi,a�? katanya.

Menurutnya, menu masakan sahur di pendopo Wagub tidak jauh berbeda dengan menu keluarga lain. Yang paling penting adalah kandungan gizi terpenuhi sebagai modal energi untuk beraktivitas seharian penuh.

a�?Kalau untuk sahur sebenarnya tidak ada yang spesial. Kalau untuk berbuka, baru kita ada menu andalan yaitu ikan sepat. Itu khas Sumbawa dan memang wajib ada setiap berbuka puasa selama sebulan penuh,a�? cerita Syamsiah.

Untuk sahur, lanjutnya, kadang menu pun berganti-ganti setiap harinya. Yang juga menjadi favorit pak Wagub untuk sahur adalah kombinasi empal dan sayur bening.

Terkadang juga disajikan masakan tradisional untuk sahur seperti masakan khas Sumbawa singang atau ayam taliwang.

Usai menyantap seporsi makanan berat, Wagub sendiri langsung menenggak secangkir susu hangat. Ia juga biasa mengonsumsi kapsul vitamin sebagai penambah daya tahan tubuh.

a�?Ini vitamin sudah belasan tahun saya konsumsi. Memang bagus untuk jantung dan perkuat daya tahan tubuh,a�? bebernya.

Di meja makan sendiri, Wagub biasa ditemani anak gadis dan menantunya untuk sahur. Biasanya, dua anaknya yang lain dan sudah berkeluarga sesekali bergabung.

Selepas santap sahur, Wagub pun biasa memanfaatkan waktu untuk berbincang-bincang dengan keluarganya. Sesekali sambil menyaksikan acara di televisi. Setelahnya tak lupa membaca kitab suci. Sampai Azan subuh tiba.

Selepas subuh, orang nomor dua di NTB itu pun kadang masih menyempatkan diri untuk berolahraga ringan. Semisal jalan-jalan di sekitar kediaman dinasnya.

Namun, jika tubuhnya kurang fit, ia memilih istirahat sejenak sembari menunggu waktu berangkat ke kantor. (Rahmatul Furqan/Mataram/r10)

Berita Lainnya

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

Redaksi Lombok Post