Lombok Post
Politika

Perlu Penanganan Lebih Serius

MATARAM – Anggota DPRD NTB menyoroti persoalan sampah di Kota Mataram. Terlebih Mataram akan menjadi tempat pelaksanaan event MTQ tingkat nasional.

Sekretaris Komisi V DPRD NTB H Abdul Karim mengatakan, persoalan sampah Kota Mataram tidak lagi dapat diatasi dengan cara konvensional. “Harus ada strategi dan cara yang lebih canggih dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota Mataram,” katanya kepada wartawan, Senin (27/6).

Dikatakan, persoalan sampah sempat tertangani dengan baik. Terutama pada masa kepemimpinan H. Moh. Ruslan. Saat itu, kata politisi Gerindra itu, Kota Mataram menjadi salah satu daerah yang rajin menerima Piala Adipura.

Tidak hanya itu, manajemen sampah juga sempat menjadi sorotan dan mendapat penanganan ekstra di zaman kepemimpinan Hj Putu Selly Andayani. Meski sempat bermasalah dengan TPA Kebon Kongok, tapi persoalan sampah menjadi permasalahan bersama. “Tapi jangan dikaitkan secara politis karena persoalannya bisa membias. Ini persoalan kita bersama, tapi tergantung kebijakan pemerintah,” paparnya.

Kebersihan sampah di Kota Mataram menurut dia jangan hanya tertangani di jalan protokol saja. Tapi harus secara menyeluruh terutama di lingkungan. Dia menyontohkan bagaimana TPS di Karang Baru selalu penuh. Pasalnya, lokasi itu menjadi TPS orang di luar lingkungan Karang Baru.

Persoalan lainnya yang disoroti juga terkait kesiapan sarana untuk pengelolaan sampah. Salah satunya terkait keberadaan truk pengangkut sampah dan lainnya. Menurut Karim, dari 50 kelurahan, Kota Mataram hanya memiliki 35 kendaraan pengangkut sampah. “Ironisnya dari 35 itu hanya 15 yang kondisinya sehat. Bagaimana mau menangani dengan baik kalau kondisinya seperti itu,” paparnya.

Terkait dengan itu, dia berharap Pemerintah Kota Mataram segera mengambil sikap tegas dan berintegrasi dengan Pemprov NTB serta kabupaten lainnya untuk menangani persoalan sampah itu.

Mantan Kepala Dinas Pendapatan Kota Mataram itu juga menekankan agar waktu pengangkutan sampah dari TPS ke TPA juga harus diatur. Bila perlu ada penjadwalan khusus untuk waktu pengangkutan sampah sehingga tidak mengganggu masyarakat Kota Mataram. (tan/r9)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost