Lombok Post
Metropolis

Warga pun Tumpah di Jalan

PADATMERAYAP : Suasana jalan Panca Usaha, Cilinaya, Cakranegara, Kota Mataram, kemarin. jalanan ini menjadi langganan macet setiap tahun menjelang Idul Fitri, meskipun jalannya baru saja diperlebar.

MATARAM – Lima hari menjelang Idul Fitri, keramaian kian menjadi-jadi di Kota Mataram. Terutama di pusat perbelanjaan, kepadatan begitu sesak. Tak peduli pagi, siang, sore dan malam. Situasi sama saja.

Pantauan Lombok Post, titik keramaian utama ada di Cakranegara. Di dua ruas jalan utama yang membelah pusat bisnis Kota Mataram ini, nyaris kemacetan adalah menu utama setiap hari.

Pelebaran Jalan Panca Usaha yang baru dilakukan pemerintah pun nyaris tiada artinya. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Apalagi, di sejumlah toko fashion dan toko makanan, parkir kendaraan sudah memakan badan jalan. Sehingga pengendara yang lewat pun harus pelan, sehingga arus lalu lintas merayap.

Pun begitu di Jalan Pejanggik. Keramaian di sana juga tak kalah. Banyak pula kendaraan berpenumpang sesak dari luar Mataram. Semisal dari Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat. Tujuan mereka hanya satu. Berbelanja.

Bank Indonesia memperkirakan sepanjang Ramadan, perputaran uang mencapai Rp 1,8 triliun di NTB. Ekonomi pun tumbuh. Antara lain ditopang konsumsi selain tentu saja investasi.

Tak heran, antusiasme ini menjadikan pada Juni 2015 ini, terjadi inflasi hingga 1,08 persen di NTB. Kepala Badan Pusat Statistik NTB Wahyudin mengatakan, inflasi itu menandakan telah terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 122,48 pada bulan Mei 2016 menjadi 123,8 pada Juni 2016.

Inflasi NTB itu lebih tinggi dibanding inflasi secara nasional yang ada pada angka 0,66 persen. Wahyudin menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan diberbagai kelompok komoditas.

Kendati begitu, inflasi tertinggi di NTB ada di Kota Bima. Di sana inflasi Juni mencapai 1,86 persen. Itu adalah angka tertinggi kedua di Indonesia. Sementara di Mataram, tercatat pada posisi 0,87 persen.

Setidaknya ada 20 komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi di Kota Mataram. Makanan memegang peranan paling utama. Seperti apel, sate, daging ayam ras, pir, gula pasir dan beras.

Sementara di kota Bima, bandeng, daging ayam ras, cumi-cumi, tengiri, wortel dan daun kelor merupakan penyumbang inflasi dari 20 komoditas yang dominan berikan sumbangan inflasi. (nur/ewi/r10)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost