Lombok Post
Metropolis

Daging Turun, Gula Tak Goyah

MASIH MAHAL : Nengah Surasmi, menunjukan stok gula pasir yang masih disimpannya dan dijual dengan harga Rp 17.500/kg, kemarin (10/7).

MATARAM a�� Harga gula pasir masih bertahan di harga Rp 17.500/kg. Operasi pasar yang digelar pemerintah baik oleh pemerintah provinsi dan kota, nyaris tak berdampak apapun.

Para pedagang sendiri hanya menjual gula stok lama. Mereka khawatir menambah stok gula, karena takut harganya turun beberapa hari ini.

a�?Kalau stok subsidi sudah habis, ini stok lama,a�? kata seorang pedagang Sembako di pasar Pagesangan, Nengah Surasmi.

Saat ini ia mengaku enggan membeli stok baru. Sebab, harga belum stabil.

Gula pasir yang dijualnya ada dua jenis. Gula pasir putih dan agak kecoklatan. a�?Yang mahal itu yang kecoklatan. Sementara yang putih, itu sekilonya saya jual Rp 15 ribu,a�? bebernya.

Sementara itu, Wakil Kepala Pasar Pagesangan Lalu Suhardi S menyebutkan, operasi pasar memang digelar di Pasar Pagesangan. Sayangnya operasi pasar ini tidak terus dilakukan, sehingga tidak banyak berdampak.

a�?Dulu kita dijanjikan, setiap minggu ada operasi pasar gula dari PPI. Tapi realisasinya, hanya dua kali, minggu pertama dan terakhir,a�? kata Suhardi.

Tidak hanya itu, ia juga mengaku heran, karena saat operasi pasar di minggu terakhir, tepatnya pada hari Selasa (5/6) lalu, yang datang membawa gula justru Bulog.

a�?Kita juga kecewa karena yang dibawa sedikit dan hanya beberapa yang dapat,a�? tuturnya.

Sebenarnya persoalan itu tak begitu diambil pusing olehnya. Tapi, karena para pedagang terus-menerus menanyakan soal gula bersubsidi padanya, mau tidak mau, ia jadi ikut bingung.

a�?Kami heran juga, gula itu pada saat rapat dulu pernah kami minta (disuplai) 12 ton, lalu dari hasil rapat yang disetujui hanya 7 ton. Eh, ternyata setelah barangnya sampai disini hanya 3,5 ton,a�? bebernya.

Kepala Diskoperindag Kota Mataram, H Wartan saat dikonfirmasi melalui telpon mengaku belum mengetahui informasi itu. a�?Saya belum dapat laporannya,a�? kata Wartan.

Ia pun menolak untuk mengomentari lebih jauh terkait harga gula yang masih mahal. Sebab, prinsipnya lanjut dia, pihaknya sudah berupaya maksimal menekan harga gula, namun hasilnya tak berbuah manis.

a�?Segala macam cara telah kami lakukan, tapi kenyataannya begitu, dan (subsidi) juga telah berakhir bulan puasa ini,a�? tadasnya.(cr-zad/r4)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost