Lombok Post
Metropolis

Miniatur IC Habiskan Biaya Puluhan Juta

GEMA TAKBIRAN: Miniatur Islamic Center menjadi salah satu favorit kreasi warga yang mengikuti Lomba Pawai Takbiran Selasa (5/7) lalu.

Malam takbiran di Kota Mataram berlangsung meriah. Di malam takbiran ini di arak puluhan miniatur masjid. Bagaimana suasananya?

A�***

A�MATARAM memang pantas disematkan sebagai Kota Religius dan Berbudaya. Hal itu terasa dari setiap peringtan hari besar keagamaan. Misalnya saja seperti perayaan malam takbiran Selasa (5/7) lalu.

Suasana bergemuruh nan ramai menghiasi seluruh sudut Kota Mataram. Gema takbir, diiringi dengan iring-iringan kafilah jamaah yang merayakan takbiran memadati ruas jalan Kota Mataram. Ribuan warga beramai-ramai menuju lokasi Taman Sangkareang tempat dipusatkannya pelaksanaan malam takbiran.

“Kita sudah menyiapkan diri sejak sepuluh hari Ramadan pertama. Ini agenda tahunan yang memang selalu kami nantikan untuk merayakan kemenangan,” kata Misban, salah seorang warga.

Ia mengku rela jauh-jauh dari wilayah Selaparang menuju Sangkareang berjalan kaki untuk merayakan malam takbiran bersama warga lainnya. Dari wilayah Selaparang sendiri hampir semua Kelurahan dan Lingkungan terlibat dalam perayaan malam takbiran.

Warga beramai-ramai membuat miniatur masjid, alquran, dan yang lainnya untuk diarak ke Lapangan Umum Sangkareang. Menggunakan busana muslim lengkap, warga dari berbagai kalangan usia menggemakan takbir menggunkan pengeras suara.

Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua baik laki-laki maupun perempuan tak mau ketinggalan. Seolah tak mau kalah, warga dari lingkungan lainnya pun demikian. Ada yang mengarak miniatur masjid hingga bentuk kakbah menggunakan mobil. Ada juga yang mengarak dengan cara manual seperti didorong.

Beberapa di antara miniatur tersebut sudah dibuatkan roda khusus sehingga mudah diarak. Dari pantauan Lombok Post, kebanyakan miniatur yang diarak saat malam takbiran di dominasi oleh bangunan miniatur masjid. Lebih spesifik lagi, bangunan masjid ini meniru bangunan Islamic Center yang menjadi ikon NTB tempat pelaksanaan MTQ Nasional nanti. Misalnya saja seperti yang dibuat oleh warga yang ada di Kelurahan Dasan Agung.

“Ini memang sengaja kami desain persis seperti Islamic Center,” kata Sanjaya, salah seorang pengurus Remaja Masjid Dasan Agung kepada Lombok Post.

Dijelaskannya, miniatur masjid yang biasa disingkat IC tersebut dibuat oleh seorang warga Dasan Agung yang telah membuat bagan desainnya sedemikian rupa. Semua bangunan, tampak visual IC dibuat persis. Mulai dari bentuk bangunan hingga catnya semua menyerupai IC.

Bahkan, untuk mendapatkan detailnya, foto Islamic Center sengaja diambil dari berbagai sudut.

“Kami mengambil gambar IC dari berbagai angle. Kemudian itu disesuaikan, termasuk juga detail menaranya,” jelas Sanjaya.

Diceritakan Sanjaya, warga khususnya remaja masjid beramai-ramai mengkreasikan miniatur IC ini sejak baru memasuki Ramadan. Dengan harapan hasilnya nanti bisa maksimal karena mereka berharap bisa menjadi juara dalam lomba pawai takbiran yang digelar KNPI Kota Mataram tahun ini.

Mengingat, oleh panitia direncanakan hasil kreasi juara akan ditampilkan saat pelaksanaan MTQ Nasional berlangsung.

“Makanya kami buat semirip mungkin seperti IC. Termasuk menaranya, itu bagian yang paling sulit dibuat,” ungkap Sanjaya.

Dikatakannya butuh waktu berhari-hari untuk membuat menara miniatur IC persis seperti aslinya. Biayanya pun tak sedikit. Untuk membuat miniatur IC ini, Sanjaya mengungkapkan biayanya menelan puluhan juta rupiah.

“Kalau bangunan fisiknya sampai sembilan juta. Tapi kalau lengkap sama cat dan dekorasi lampu hiasnya habis puluhan juta,” terangnya sambil menunjukkan lampu hias tambahan yang dipasang di miniatur IC.

Semua pendanaan berasal dari sumbangan sukarela warga Dasan Agung.

A�”Karena kami yang terdekat dengan lokasi IC. Makanya kami bertekad membuat konsep miniatur IC, Alhamdulillah, semua warga mendukung,” tutur guru olahraga ini.

Terlepas nanti hasil lomba pawai takbiran seperti apa, menurut Sanjaya itu menjadi persoalan belakangan. Yang terpenting baginya dan warga yakni bagaimana menggaungkan semangat ukhuwah islamiyah di Kota Mataram.

Khususnya malam menyambut hari kemenangan. Sehingga, semua masyarakat nantinya yakin bahwa Mataram memang pantas menjadi tuan rumah MTQ Nasional. (HAMDANI WATHONI/r4)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost