Lombok Post
Metropolis

Reklame Bersama Gak Laku

BELUM TERISI: Inilah papan reklame bersama yang dibuat Dinas Pertamanan Kota Mataram untuk menekan jumlah papan reklame di Kota Mataram.

MATARAMA�– Dinas Pertamanan Kota Mataram berkoordinasi dengan BPMP2T telah menyiapkan terobosan untuk mempercantik wajah Kota Mataram. Salah satunya yakni dengan membangun papan reklame bersama bagi para pengusaha barang dan jasa di Kota Mataram. Dinas Pertamanan menyiapkan reklame bersama ini di sepanjang jalan Kota Mataram.

a�?Ini tujuannya untuk menekan jumlah plang papan reklame yang saat ini terus bertambah dan membuat semrawut wajah kota,a�? jelas H Kemal Islam, Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram kepada Lombok Post.

Dalam satu tiang terdapat empat papan reklame tersusun yang bisa digunakan. Sehingga, bisa membatasi jumlah plang yang saat ini hampir berjejer di sepanjang jalan. Dijelaskan Kemal, papan reklame ini disiapkan gratis oleh Dinas Pertamanan Kota Mataram. Pengusaha barang dan jasa tinggal mengurus izinnya melalui BPMP2T.

Dari pantauan Lombok Post, puluhan tiang ini sudah berdiri sejak beberapa bulan lalu. Sayangnya, hingga saat ini masih belum ada pengusaha barang dan jasa yang mau menggunakan papan reklame bersama ini.

Kemal membantah kalau papan reklame bersama ini kurang diminati. Karena, ia mengaku sudah mengumpulkan para pengusaha yang ada di Jalan Panca Usaha maupun Jalan Pejanggik membahas hal ini.

a�?Kami sudah rapat beberapa waktu lalu. Mereka siap menebang papan reklamenya dan pindah ke papan reklame bersama,a�? akunya.

Kemungkinan besar, usai Lebaran para pengusahan ini akan beramai-ramai menggunakan reklame bersama ini. Namun, jika tidak demikian, Kemal menjelaskan siap menebang reklame yang saat ini dianggap membuat semrawut wajah Kota Mataram.

a�?Kalau mereka tidak mau, ya kita tebang yang ada yang mereka bangun. Agar kota ini tidak terlihat semrawut,a�? jelasnya.

Tahun lalu, sebelum papan reklame bersama ini dibuat Dinas Pertamanan Kota Mataram, BPMP2T telah mengupayakan terobosan serupa. Sayangnya, nasib papan reklame yang dibuat oleh BPMP2T juga tidak diminati pengusaha. (ton/r4)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost