Lombok Post
Metropolis

Ahyar di Loang Baloq, Mohan di Bintaro

Kepala Disbudpar Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib

MATARAM – Perayaan lebaran topat di Kota Mataram masih bakal tetap meriah seperti tahun sebelumnya. Tahun ini, perayaan lebaran topat masih tetap dipusatkan di dua lokasi makam. Yakni di Makam Loang Baloq Sekarbela dan Makam Bintaro Ampenan.

Bedanya, jika tahun sebelumnya Wali Kota H Ahyar Abduh merayakan lebaran topat di Bintaro, dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Loang Baloq, tahun ini keduanya tukar posisi.

a�?Tahun ini Pak Wali yang di Loang Baloq. Pak wakil di makam Bintaro,a�? kata Kepala Disbudpar Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib.

Dijelaskan, perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram masih menjadi tradisi turun temurun warga. Dimana, lebaran topat merupakan lebaran bagi warga yang melaksanakan puasa Syawal selama enam hari.

Namun lebih dari itu, Lebaran Topat saat ini juga merupakan tradisi yang memiliki nilai positif bagi semua warga. Baik yang melaksanakan Puasa Syawal maupun tidak.

a�?Karena di sana nanti biasanya banyak yang melakukan tradisi ngurisan di makam. Ada juga yang ziarah atau sekadar rekreasi,a�? terang Latif.

Dalam perayaan lebaran topat di Mataram, selain ziarah ke makam akan dihiasi pula dengan atraksi musik qasidah, tradisi ngurisan hingga silaturrahmi wali kota dengan warga. Ini merupakan tradisi rutin Lebaran Topat di Kota Mataram.

Saat ini, warga yang merayakan Lebaran Topat dijelaskan memiliki tiga tujuan merayakan Lebaran Topat. Mulai untuk berdoa dan ziarah ke makam, menjalin silaturrahmi dengan warga lainnya di makam, hingga menjadi sarana rekreasi.

a�?Ajang silaturrahmi yang sesungguhnya bisa kita lihat saat pelaksanaan Lebaran Topat. Warga akan bersalaman dengan warga lainnya di makam seperti semut yang salaman itu. Mereka ke makam selain ziarah juga ingin rekreasi bersama keluarganya,a�? jelasnya.

Untuk itulah, perayaan Lebaran Topat selalu meriah setiap tahunnya. Ini dinilai sebagai sebuah potensi oleh Kepala Disbudpar Kota Mataram. Ia berharap ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Kota Mataram. Untuk itu, ia berharap ini bisa dikemas oleh Pemerintah Provinsi sebagai bagian dari wisata halal NTB.

a�?Ini bisa jadi potensi dengan catatan harus ada sinergitas dari semua pemerintah daerah dan Provinsi. Bukan hanya Mataram saja. Misalnya Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur maupun Lombok Utara,a�? kata dia.

Ia berharap nantinya ada sebuah festival gunung topat saat perayaan Lebaran Topat yang bisa dikemas semenarik mungkin sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. (ton/r6)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost