Lombok Post
Headline Praya

Disangka Maling, KD Digebuk Warga

PROSES EVAKUASI: Timsus Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng), mengevakuasi salah satu warga Dusun Terentem Desa Saba Janapria, Selasa dini hari (12/7) kemarin.

PRAYA – Sungguh apes nasibA� KD (inisial) warga Dusun Terentem Desa Saba, Janapria Lombok Tengah (Loteng) ini. Ia disangka maling, saat warga Dusun Biletawah Desa Loangmaka memblokir jalan dusun setempat. Aksi itu dilakukan karena mereka mendapat kabar akan terjadi pencurian dan pembegalan, malam kemarin (11/7).

Informasi yang diserap Lombok Post, kerumunan warga dusun setempat tumpah ruah, mereka masing-masing membawa senjata tajam berbagai jenis, mereka pun membagi tugas untuk melakukan pemblokiran beberapa titik jalan masuk Desa Loangmaka. Aksi itu dimulai sekitar pukul 21.00 Wita.

Saat aksi itu berjalan, melintaslah inisial KD dengan menggunakan motor Suzuki Satria FU. Tanpa menaruh curiga apa pun, pria paruh baya itu menanyakan kepada warga, perihal penghadangan akses jalan tersebut. Bukannya mendapatkan jawaban, sebagian warga justru meneriakinya maling.

Sontak ratusan warga yang nampak beringas, mulai naik pitam dan mengoroyok KD. Untungnya, ada beberapa tokoh masyarakat yang berusaha melerai warga, agar tidak main hakim sendiri. Hingga, KD pun langsung dilarikan ke kediaman kepala dusun Lontar Dua.

Bukanya membubarkan diri, warga justru mengerumuni rumah kadus, mereka menginginkan agar KD dilepas, lalu diberi ganjaran setimpal. a�?Begitu dia (KD-red) dievakuasi di rumah kadus, saya langsung turun ke lokasi,a�? kata Camat Janapria HM Munir pada Lombok Post.

Suasana malam itu, kata Munir cukup mencekam, berbagai usaha dilakukan pemerintah desa, kecamatan dan para tokoh. Namun, warga tidak mau tahu. Hingga, beberapa jam kemudian, turun satu pleton Dalmas Polres Loteng. Harapannya, KD dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Namun massa tidak mau tahu, mereka tetap menginginkan bersangkutan dihakimi, hingga tewas. a�?Seharusnya, kita mengedepankan asas praduga tidak bersalah,a�? cetus Munir.

Sayangnya, asas hukum semacam itu, menurut Munir tidak diindahkan warga. Karena, mereka sudah terlanjur terbakar emosi lantaran informasi yang berkembang, akan terjadi pencurian dan pembegalan di Desa Loangmaka.

a�?Hingga, dini hari (Selasa, kemarin) korban Alhamdilillah bisa dievakuasi,a�? katanya. a�?Soal bersangkutan benar atau tidaknya terduga pencuri, kami serahkan proses penyelidikannya ke kepolisian,a�? tambah Munir.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama TNI/Polri, dalam usaha evakuasi korban dan menenangkan warga. a�?Mau dia salah atau benar, mau dia penjahat atau bukan, kita harus melindunginya. Kita ini, hidup di negara hukum,a�? kata Dandim 1620/Loteng Letkol Inf. Arie Tri Hedhianto, terpisah.(dss/r3)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost