Lombok Post
Sumbawa

Lama Menganggur, Gedung BLK Akan Difungsikan

NGANGGUR: Gedung BLK Poto Tano di KSB belum dimanfaatkan. Padahal, bangunan itu menelan anggaran miliaran rupiah.

TALIWANG – Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan Balai Latihan Kerja (BLK) di Poto Tano segera dimanfaatkan. Rencananya, gedung yang dibiarkan menganggur bertahun-tahun digunakan untuk pelatihan tenaga kerja.

a�?Kalau dari sisi pemanfaatan, BLK tetap kita gunakan untuk kegiatan pelatihan calon tenaga kerja,a�? tegas Kadis Sosnakertrans KSB H Abdul Hamid, Senin (11/7).

Ia mengatakan, untuk pelatihan tenaga kerja BLK Poto Tano mendapat suntkan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar. Dana itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

a�?Dana itu digunakan untuk pelatihan, kalau fisik tidak ada,a�? bebernya.

Terkait status BLK, mantan staf ahli bupati KSB ini mengaku, pemda tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar BLK ini segera dihibahkan. Hanya saja, sampai saat ini proses penyerahan atau hibah bangunan itu masih membutuhkan waktu.

a�?Saya bahkan setiap saat mendatangi kementerian terkait membahas tentang pemanfaatan gedung BLK,a�? akunya.

Sementara, Anggota DPD RI Baiq Diah Ratu Ganefi meminta proses hibah gedung BLK ditunda. Ia berharap penyerahan dilaksanakan setelah bangunan BLK rampung 100 persen.

a�?Itu permintaannya pemerintah pusat ke kita. Bahkan itu disampaikan langsung saat bertemu dengan wabup KSB beberapa waktu lalu,a�? kata perempuan asal NTB ini.

Ganefi mengaku, sedang fokus mengurus BLK. Untuk itu, pemerintah diminta menunggu sampai proses pembangunan itu rampung seluruhnya.

a�?Kan bangunan itu belum rampung seluruhnya. Makanya diminta dituntaskan semua, baru dihibahkan seluruhnya,a�? tambahnya.

Anggaran pembangunan BLKini berasal dari dana APBN. Nilainya sekitar Rp 3 miliar. Dari anggaran itu berdiri empat bangunan yang kini terlihat kumuh. Gedung itu dibangun secara terpisah di atas hamparan tanah milik pemda KSB.

Disisi lain, atap bangunan itu sebagiannya sudah bocor. Sedangkan, cat sudah tampak lusuh dan tidak terawat. Temboknya sebagian sudah terkikis, bahkan ada yang rusak.

Proyek yang bergulir tahun 2008-2009 itu tidak terlihat pula aktivitasnya. Selain itu, tidak tampak gedung yang dibiayai dari dana pusat sebesar Rp 3 miliar lebih itu digunakan. Padahal, gedung tersebut sudah lama dibangun. (far/r1)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya