Lombok Post
Headline Metropolis

Baru Sebatas Family Gathering Masal

PESTA KELUARGA: Ratusan warga memadati pantai Duduk, di kawasan wisata senggigi, pada perayaan lebaran topat tahun lalu.

MATARAM – Tak ubahnya family gathering masal, masyarakat tumpah di pesisir barat Pulau Lombok pada perayaan Lebaran Topat kemarin. Paling ramai di pesisir barat Kota Mataram dan Lombok Barat.

Perayaan Lebaran Topat dipusatkan di tiga titik. Pemkot Mataram menggelar peringatan di Makam Loang Baloq dan di Bintaro.

Sementara Lombok Barat memusatkan perayaan di Pantai Duduk dan Makam Batulayar yang bersisian di kawasan wisata Senggigi.

Seperti tahun-tahun silam, magnet Lebarat Topat memang tak pudar. Kendati tetap hanya untuk masyarakat lokal, karena belum mampu menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara.

Usai melakukan ziarah makam, kemarin masyarakat tumpah di pantai. Berada di sana seharian. Bersama sanak dan keluarga. Mereka mandi, berkejaran, main air dan bercengkrama. Sebagian lain pun hanya duduk-duduk menikmati pemandangan dan debur ombak. Namun betahnya minta ampun.

Mereka juga membawa bekal. Makan bersama-sama. Dan tentu saja menu utamanya adalah topat atau ketupat. Juga untuk makanan penutup biasanya ada bantal. Penganan dari ketan dicampur parutan kelapa, dibungkus anyaman daun kelapa yang di dalamnya ada pisang.

Menumpang aneka kendaraan, mereka datang berduyun-duyun. Macet di jalanan tak jadi penghalang. Warga juga tak mengeluh. Justru bersuka cita. Mereka datang berkelompok. Menggunakan motor, dan banyak kendaraan pikap.

Pantauan Lombok Post, ruas jalan menuju ke kawasan wisata Senggigi, padat merayap. Kemacetan sudah terjadi semenjak di Bintaro, Ampenan.

Hingga ke kawasan wisata Senggigi. Polisi pun harus bekerja keras mengurai kemacetan yang mirip arus mudik di Pulau Jawa yang masih hangat.

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, menghadiri perayaan Lebaran Topat di Pantai Duduk. Di sana orang nomor dua di NTB ini disambut Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid.

Wagub menandai perayaan ini dengan mengambil pertama kali penganan dari gunungan ketupat yang tinggi. Sebelumnya ada pula sejumlah atraksi kesenian daerah dan aneka prosesi keagamaan di Makam Batulayar.

Kepada hadirin yang hadir, Wagub mengingatkan pentingnya segera ada nilai tambah dari perayaan Lebaran Topat. Sebagai daerah wisata, tradisi Lebaran Topat haruslah mampu menjadi salah satu event yang menyedot angka kunjungan wisata.

Wagub menegaskan, event budaya Lebaran Topat harus mampu menjadi event besar yang mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Karena itu, tak cukup tradisi ini hanya dilestarikan sebagai salah satu warisan tak benda. a�?Tapi harus memberi nilai tambah dalam hal pengembangan ekonomi kreatif,a�? tandas dia.

Karena itu, menurut Wagub perlu kesiapan berbagai hal untuk mengemas event ini. Kesiapan yang dimaksud di antaranya, infrastruktur dan juga kemasan event.

Sementara di tempat yang sama, Bupati Fauzan Khalid menyampaikan Lebaran Topat saat ini tidak hanya menjadi perayaan ritual keagamaan semata. Namun menjadi wadah membangun dan mempererat tali persaudaraan.

a�?Di dalam momentum Lebaran Topat menjadi sebuah lambang untuk menjaga harmonisasi hubungan dengan para leluhur, di samping juga untuk menarik wisatawan,a�? jelasnya di hadapan Wagub. (kus/r10)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost