Lombok Post
Kriminal

Seorang Anak Tewas Tenggelam

TENGGELAM
BERDUKA : Ibu dari Wahyuda Alifia, salah seorang anak yang tenggelam di kolam renang TV9 menangis, di kediamannya di Lingkungan Karang Bata, Kecamatan Cakranegara, kemarin (13/7).

MATARAM – Seorang anak bernama Wahyuda Alifia A�ditemukan tewas di kolam renang A�TV9, Grimak, Sandubaya, sekitar pukul 15.30 Wita, kemarin (13/7). Ayah korban, Sudirman mengatakan, dirinya pergi bersama keluarga sekitar pukul 11.00 Wita.

a�?Saat pergi anak ini sehat. Tidak ada sama sekali kelihatan sakit,a�? ungkapnya.

Setibanya di tempat pemandian, Wahyuda langsung mengganti baju bersama rekannya di belakang tempat peristirahatan. Wahyuda sangat asik menikmati pemandian bersama rekan-rekannya.

a�?Sempat beberapa kali anak saya mondar-mandir di depan tempat kita meletakkan barang,a�? jelasnya.

Karena tak ada perasaan was-was, Sudirman juga ikut mandi. Saat itu, dirinya tidak pernah terpikirkan akan adanya musibah yang akan menimpanya. A�Sekitar pukul 15.30 Wita, terdengar suara kerumunan orang disebelah kolam bagian barat. Sudirman kaget dan melihat anaknya yang tidak bersamanya.

a�?Saya pun melihat ternyata itu Wahyuda,a�? ujarnya.

Mengetahui itu, Sudirman langsung bergegas meminta tolong. Seketika itu juga ia langsung membawa anaknya ke puskesmas Narmada. Namun, nyawanya tidak tertolong.

a�?Sempat kita bawa ke puskesmas. Tapi, perawat sudah menyatakan meninggal,a�? ungkapnya.

Selanjutnya, Kapolsek Narmada Kompol Setya Wijatono langsung mengunjungi rumah duka. Ditempat itu, polisi bermelati satu itu melakukan dialog dengan pihak keluarga korban.

a�?Jika memang ada keraguan atas musibah ini. Maka kita akan lakukan penyelidikan, a�? ungkapnya.

Namun, sebaliknya, lanjut Setia, Jika tidak ada maka pihaknya tidak bisa berbuat banyak. a�?Sekarang tergantung dari pihak keluarga,a�? tanya Setia kepada keluarga korban.

Berhubung pihak keluarga sudah menerima dan yakin kasus ini murni karena musibah. Sehingga, pihak kepolisian tidak melanjutkan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

a�?Kita tidak akan melakukan penyelidikan. Karena jika akan mengetahui penyebab kematiannya mayat harus di autopsi,a�? ungkapnya.

Artinya, mayat itu harus dibedah. Karena itu, pihaknya tidak ingin meneruskan kasus ini.

a�?Keluarga sudah menerima dengan lapang dada,a�? pungkasnya. (arl/r3)

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost