Lombok Post
Selong

Pulang Merantau, Tanah Dikuasai Orang Lain

Pulang Merantau
MERASA BENAR: Ida Royani (kiri) menunjukkan bukti kepemilikan sertifikat tanah kliennya Pahrudin (kanan) yang kini dikuasai pihak lain.

SELONG – Badan Pertananan Nasional (BPN) Lombok Timur (Lotim) kembali menjadi sorotan. Keluarnya dua sertifikat ganda di satu lahan yang sama di Pringgabaya adalah penyebabnya. a�?Ini tanah yang diberikan bibik saya Inaq Asmi,a�? klaim Pahrudin, warga yang merasa dizalimi.

Menurutnya sejak tahun 2000 lalu, sang bibik yang mengasuhnya sudah memiliki sertifikat yang sah. Tanah itu menurutnya sudah dimiliki sejak dulu. Namun tak tergarap karena merupakan tanah kering sementara dirinya kerap merantau keluar negeri mencari nafkah. Dia menjadi bingung lantaran sejak 2013 lalu, PT Tunas Jaya Sanur tiba-tiba menguasai lahan tersebut. Bahkan perusahaan yang berkedudukan di Mataram itu kini terus mengeruk batu di kawasan seluas lebih dari satu hektare itu.

a�?Untuk bahan aspal, sekarang sudah dikeruk sampai kedalaman delapan meter,a�? katanya.

Kuasa hukum, Pahrudin, A�Ida Royani mengatakan memiliki dasar yang kuat.A� Ia memegang riwayat lengkap tanah itu, selain sertifikat yang diakui BPN, akta hibah terhadap Pahrudin juga dimiliki. Atas dugaan penyerobotan itu, ia sudah membuat pengaduan di Polres Lotim.

a�?Tak menutup kemungkinan kami bawa ke ranah hukum,a�? ancamnya.

Hasil penelusurannya mengindikasikan ada kemungkinan permainan BPN Lotim. Pasalnya PT Tunas Jaya Sanur itu juga memiliki sertifikat dari hasil jual beli dengan Muktamat. Muktamat adalah mantan pejabat BPN yang menurutnya tiba-tiba menguasai tanah itu dan menjualnya.

a�?Boleh jadi ada permainan orang dalam,a�? katanya mencurigai.

Dihubungi terpisah, Kuasa Hukum PT Tunas Jaya Sanur Ardani Zulfikar menolak kliennya dikatakan bersalah. Sama halnya dengan pihak lawan yang memiliki sertifikat yang sah, pihaknya juga memilikinya. a�?Kami juga punya dasar yang kuat, tak mungkin mengalah,a�? ujarnya.

Dengan langkah hukum tersebut, ia mengatakan tak gentar. Semua siap dihadapi di pengadilan. a�?Kami punya sertifikat juga dari hasil jual beli sah dengan Pak Muktamat, tanyakan ke BPN dong,a�? katanya.

Sementara itu Muktamat yang menjual tanah itu pada perusahaan mengatakan ia memang pemilik yang sah. Dia menolak dikatakan sebagai pihak yang menyebabkan permasalahan tersebut. a�?Silakan saja, memang saya yang punya dan jual,a�? tukasnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Menange Rambang Butuh Sentuhan

Redaksi LombokPost

SECO Tempat Khusus Minum Kopi, Bukan Memburu Wifi

Redaksi LombokPost

Kuota Haji Lotim 2019 Bertambah

Redaksi LombokPost

RT BERIMAN Jadi Kampung Tertib Lalu Lintas

Redaksi LombokPost

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

Redaksi LombokPost

267 CPNS Lotim Lolos SKB

Redaksi LombokPost

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Redaksi LombokPost