Lombok Post
Metropolis

Pemprov Berpotensi Tersandung Masalah

BELUM BERKONTRIBUSI: Pemprov NTB harus terus menagih kontribusi yang wajib dibayarkan PT AP I atas aset daerah di LIA.

MATARAM – Pemerintah Provinsi NTB (Pemprov) berencana menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ini menyangkut penerimaan kontribusi dari PT Angkasa Pura (AP) I atas aset daerah di Lombok International Airport (LIA).

a�?Kita akan libatkan BPKP juga untuk memastikan penerimaan kontribusi dari AP 1 sesuai keharusannya. Ini biar tidak ada masalah dikemudian hari,a�? kata Kepala Biro Ekonomi NTB Manggaukang Raba.

Diberitakan sebelumnya, eksekutif tetap pada prinsip untuk menagih kontribusi yang menjadi kewajiban PT AP 1 kepada daerah. Karena selama ini tak pernah dibayarkan. Pemprov pun mengultimatum, tak akan pernah melepaskan saham ke PT AP 1 selama kontribusi itu tak dibayarkan sebagaimana mestinya.

Pandangan eksekutif ini memang berbeda dengan beberapa fraksi di DPRD NTB yang menghendaki agar Pemprov langsung menjual asetnya di LIA dan tak perlu lagi memikirkan soal kontribusi.

Terkait ini, Kepala BPKP NTB Bonardo Hutauruk pun angkat bicara. Bonardo sepakat dengan eksekutif bahwa kontribusi dari AP 1 atas aset Pemprov di LIA harus tetap ditagih. Apalagi, kesepakatan adanya kontribusi tersebut masuk dalam perjanjian di awal.

a�?Prinsipnya begini, yang namanya kepemilikkan atas aset harus berikan kontribusi kepada pemiliknya,a�? kata Bonardo.

Bahkan, ia mengingatkan, jika Pemprov gagal mengawal masuknya penerimaan kontribusi tadi, pemerintah pun berpotensi tersandung masalah.

a�? Jika tidak diterima itu bisa jadi masalah karena ada perjanjiannya juga,a�? kata Bonardo.

Sementara, jika sampai saat ini pemerintah maupun PT AP 1 belum ada kata sepakat terkait besaran jumlah kontribusi tersebut, Bonardo menyarankan agar kedua belah pihak segera membicarakannya. Sehingga, penerimaan kontribusi atas aset pemprov di LIA segera terealisasi.

a�?Kalau belum ada kejelasan jumlahnya, harus dibicarakan dan klir. Harus ditindaklanjuti sebelum jadi masalah,a�? pesannya. (uki/r9)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost