Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Waspadai Kejahatan saat Transaksi di ATM

TARIK TUNAI: Seorang warga sedang melakukan transaksi tarik tunai di salah satu counter ATM di Risa Klinik Kota Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Pengguna Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perlu mewaspadai kejahatan yang kerap terjadi jika bertransaksi. Pasalnya, kejahatan saat bertransaksi di ATM kembali marak. Bahkan sebulan terakhir ini, terendus tiga kasus pembobolan dana nasabah melalui ATM terjadi di NTB.

Salah satu modus pembobolan dana nasabah adalah menggunakan skimming. Yaitu pencurian data nasabah yang tersimpan di dalam kartu dan pencurian/pengintipan PIN di mesin ATM melalui kamera yang dipasang pelaku.

a�?Kami meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi ketika bertransaksi di ATM,a�? tegas Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Yusri, kemarin (18/7).

Yusri mengingatkan, ketika masyarakat akan bertransaksi di ATM lebih mengutamakan lokasi mesin di kantor-kantor bank. Atau mesin ATM yang memiliki pengawas, seperti di dalam toko, hotel, dan lainnya.

Selain itu, selalu merahasiakan nomor PIN. Serta jangan pernah memberitahukan nomor PIN ke pihak manapun. Termasuk petugas bank.

a�?Perhatikan kondisi fisik ATM dan sekelilingnya, termasuk bertransaksi menggunakan kartu ATM/Debit pada merchant yang bekerja sama dengan pihak perbankan. Perhatikan kondisi alat,a�? katanya.

Tidak hanya pada masyarakat, OJK juga mengimbau pihak perbankan. Bank harus tetap memperhatikan prinsip perlindungan nasabah.

Dalam hal ini, apabila nasabah merasa terdapat transaksi yang mencurigakan pada rekeningnya, dapat segera menghubungi bank di mana nasabah membuka rekening. Selanjutnya bank akan melakukan investigasi terhadap laporan yang masuk berdasarkan bukti-bukti yang ada, sesuai dengan prosedur yang ada.

a�?Tingkatkan pengawasan terhadap seluruh mesin ATM. Serta pasang mesin ATM di tempat-tempat yang ada pengawasnya,a�? tegasnya.

Menyinggung adanya kerja sama antara pelaku dengan vendor ATM, diakui tak dapat dipastikan. Hal ini perlu penyidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Ia menilai, mein ATM yang digunakan perbankan tentunya sudah sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Termasuk tingkat keamanannya.

a�?Menurut hemat saya, selama ini tidak ada masalah dengan mesin ATM yang berpotensi merugikan masyarakat,a�? tambah Yusri.

Kepala Cabang PT Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) Mataram M Anshar, menambahkan kasus pembobolan dana nasabah tersebut menjadi perhatian bank.

Manajemen bank mulai memperhatikan lebih dalam faktor internal dan eksternal terjadinya kejahatan. Seperti meningkatkan pengamanan yang dijalankan dengan dua sisi internal.

Secara internal, bank meningkatkan pengamanan kerahasiaan data nasabah, peningkatan jaringan IT. Sedangkan secara eksternal, nasabah diingatkan untuk menjalankan prinsip kehati-hatian. Yakni mengganti PIN secara berkala, dan lindungi kerahasiaannya.

Memastikan lokasi ATM dan sekeliling ada petugas keamanan. Memastikan tidak ada alat mencurigakan di mesin ATM dan EDC.

a�?Hubungi call center bank jika ada kendala saat bertransaksi,a�? tandasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post