Lombok Post
Tanjung

Dewan Akan Panggil Dikbudpora

Untitled-1

TANJUNG – DPRD Lombok Utara mempertanyakan kelanjutan rencana pembangunan gedung SMPN 3 Tanjung. Pasalnya hingga saat ini pembangunan belum juga dimulai. Padahal pemkab sudah menyiapkan lahan yang pengadaan sejak 2014 lalu.

Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto mengatakan, pihaknya keras menolak pemindahan SMPN 3 Tanjung. Karena melihat psikologis anak dan jarak yang jauh ke sekolah baru. Hanya saja, waktu itu pemkab bersikeras sehingga pengadaan pembelian tanah pun disetujui legislatif. a�?Yang kita usulkan itu SMKN 1 Tanjung yang dipindah ke lahan baru. Sedangkan SMPN 3 Tanjung tetap di lahan lama. Kedua sekolah ini sekarang memang masih dalam satu lahan,a�? ujarnya.

Ditambahkan, untuk merelokasi sekolah tersebut akhirnya pemkab membeli lahan sekitar 60 are dengan harga saat itu Rp 1,2 miliar.

Pihaknya pun mewanti-wanti agar tanah tersebut harus digunakan sesuai pemanfaatannya sebagaimana yang telah disetujui. a�?Jangan sekadar membeli tetapi perencanannya tidak ada. Untuk itu setiap membeli lahan kami selalu tanyakan perencanaan dulu,a�? tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Lombok Utara Kardi meminta Dikbudpora memberikan penjelasan terkait proses relokasi tersebut. Sebab, anggaran pun telah disetujui dan lahan juga sudah dibeli. a�?Dalam waktu dekat kita akan panggil Dikbudpora agar mendapat penjelasan. Apa sih yang menjadi kendala,a�? imbuhnya.

Terpisah, Sekdis Dikbudpora Lombok Utara Adenan mengaku, pembelian lahan untuk SMPN 3 Tanjung saat itu dilakukan agar mendapatkan anggaran bantuan dari pusat. Hanya saja, asumsi tersebut salah dan pusat pun tidak bisa menurunkan anggaran. a�?Aset tanah itu kemudian kita serahkan ke pemkab sepenuhnya,a�? ungkapnya.

Karena anggaran pusat tidak turun, lahan tersebut kemudian dijadikan untuk membangun SLB.

Untuk diketahui, total anggaran pembangunan SLB yakni senilai Rp 2,3 miliar yang bersumber dari APBN. Rencananya akan dibangun 9 ruang kelas belajar (RKB) dan beberapa fasilitas lainnya di lahan seluar 60 are tersebut. Lokasi LSB sendiri bertempat di Dusun Jambianom, Desa Medana, Kecamatan Tanjung.

Ditambahkannya, saat ini memang lahan tersebut sudah dimanfaatkan guna pembangunan SLB yangA� saat ini sedang berlangsung proses pembangunannya. Hal ini dilakukan dengan alasan pemanfaatan lahan.A� (puj/r9)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost