Lombok Post
Giri Menang

Dewan Geram Dividen Minim

SULHAN MUCHLIS IBRAHIM
Wakil Ketua DPRD Lobar SULHAN MUCHLIS IBRAHIM

GIRI MENANG – Puluhan miliaran gelontoran anggaran daerah ke sejumlah perusahaan daerah (Perusda), cenderung merugikan Pemkab Lombok Barat. Dari Rp 13 miliar yang dikeluarkan tahun ini, pemkab berpotensi hanya mendapatkan dividen sebanyak Rp 9 miliar.

Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim mengatakan, pemkab harus melakukan evaluasi penyertaan modal. Alasannya tentu karena tidak sesuainya modal yang diberikan dengan keuntungan yang didapat.

a�?Evaluasi seluruhnya. Kalau perlu tarik saham-saham kita pada perusda yang negatif pertumbuhan dividennya dan taruh di perusahaan lain yang lebih menguntungkan daerah,a�? tegas Sulhan.

Tahun ini, lanjut Sulhan, sesuai dengan kesepakatan target dalam APBD, seharusnya pemkab memperoleh Rp 14 miliar dari Rp 13 miliar yang dikeluarkan sebagai penyertaan modal perusda. Namun saat pembahasan APBD Perubahan, pemkab meminta diturunkan hingga ke angka Rp 9 miliar.

a�?Jelas kita tidak setujui, rugi kalau begitu,a�? ujarnya.

Bukan itu saja, bahkan ada perusda, seperti PT Tripat, yang selama dua tahun terakhir tidak pernah memberikan dividen kepada pemkab. Padahal unit usaha yang dikelola PT Tripat telah beroperasi.

a�?Taman Narmada dan LCC kan sudah beroperasi, lantas kemana dividen pemkab selama ini,a�? kata Sulhan dengan nada tanya.

Belum lagi PDAM Giri Menang. Setiap tahunnya, hibah belasan miliar terus diberikan. Namun posisi dividen kepada pemkab stagnan, tidak ada penambahan. a�?Pelanggan PDAM kan terus bertambah, seharusnya linier dengan dividen yang diterima pemkab,a�? kritik Sulhan.

Sementara itu, Anggota DPRD Lobar Indra Jaya Usman mengatakan, penurunan dividen akan berpengaruh besar bagi daerah. Kapasitas fiskal yang telah direncakan dengan baik, bisa berantakan. a�?Jelas ini mengurangi pendapatan daerah,a�? ujarnya.

Menurut Iju, sapaan akrab Indra Jaya Usman, saat menyertakan modal lebih besar, tentu berharap akan peningkatan pendapatan. Perusda yang meminta modal lebih besar pun, berpikirA� bisa mendapatkan keuntungan lebih besar, dibandingkan sebelum penambahan modal.

a�?Ini sudah tidak sesuai janji para direksi saat mereka ekspose meminta suntikan modal,a�? kata Iju.

Karena itu, dewan akan segera melakukan evaluasi terhadap penyertaan modal ini. Evaluasi juga ditujukan bagi perusda yang dimiliki penuh Pemkab Lobar. a�?Akan kita evaluasi, minggu ini kita panggil semua direksi perusda yang masuk dalam penyertaan modal pemkab,a�? tegas dia.(dit/r6)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost