Lombok Post
Headline Metropolis

Duh, Pak Ahyar Galau

ASTAKA MTQ-SIR (1)
DIKEBUT: Seorang pekerja tengah mengerjakan kerangka panggung Astaka MTQ Nasional XXVI 2016 di pintu masuk Islamic Center NTB, Rabu (20/7).

MATARAMA�– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tinggal seminggu. Beberapa venue acara belum kelar, seperti Astaka di Islamic Center. Para pekerja akhirnya harus lembur siang malam untuk merampungkan panggung utama MTQ Nasional 2016 ini.

Dengan waktunya mepet, kesibukan di lokasi ini tidak pernah sepi. Pihak ketiga yang mengerjakan Astaka berpacu dengan waktu untuk menuntaskan pekerjaan. Bahkan untuk memudahkan pembangunan, akses Jalan Udayana sebagian ditutup.A�Pantauan Lombok Post, kemarin (20/7), fisik panggung sudah terbangun, tapi masih berupa kerangka.

Kondisi ini membuat Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh galau. Ia terus berkeliling memantau kesiapan di setiap sudut kota. Taman-taman dan lampu penerang jalan. Pada Selasa malam (19/7) Ahyar begadang menunggu proses pengerjaan Astaka di Jalan Udayana. Hal itu dilakukan untuk memastikan agar semua persiapan sudah matang sebelum pembukaan.

MTQ sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli a�� 7 Agustus 2016. Ahyar mengatakan, untuk Astaka pemkot sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTB. Pihak ketiga yang mengerjakan mengaku akan merampungkan panggung sebelum acara dimulai. Sebab pengerjaan Astaka sendiri sepenuhnya menjadi tanggungjawab panitia di Provinsi NTB.

a�?Kewajiban pemerintah kota yang langsung tanpa berkoordinasi sudah dilakukan,a�? katanya.

Untuk memeriahkan MTQ Nasional, Pemkot Mataram sendiri sudah menyiapkan banyak hal. Diantaranya pemasangan asesoris kota, sejak kemarin malam 1.000 lampion sudah dipasang.

Selain itu, ada lomba pintu gapura di masing-masing dinas. Mulai hari Senin lusa (25/7) akan dimulai lomba lagu MTQ antar siswa Kota Mataram. a�?Semua kelompok akan kita kumpulkan, sebelum final tanggal 26,a�? ujarnya.

Bekerjasama dengan Pemprov NTB, serakalan massal yang melibatkan 2.000 orang lebih akan digelar di Jalan Langko hingga Kantor Gubernur NTB tanggal 27-28 Juli. Serakalan ini akan melibatkan kelompok pengajian dan ramaja masjid.

Selain itu persiapan untuk pawai taa��ruf tanggal 29 Juli juga sudah siap. Semua peserta dari 34 provinsi nanti akan menunjukkan rombongan serta mobil hias. Dengan padatnya agenda ini, Ahyar berharap semua SKPD aktif dan mengambil peran masing-masing.

Ia ingin pelaksanaan acara ini sukses dan mengangkat nama Kota Mataram. Baik sukses penyelenggaraan, sukses pecitraan dan sukses ekonomi.A� a�?Tiga sukses itu selalu saya tekankan untuk dicapai,a�? katanya.

Kepada masyarakat ia mengimbau agar ikut berperan aktif. Terutama para pemilik toko, perusahaan swasta, BUMD ataupun BUMN agar mereka memasang asesoris bertema MTQ. Baik berupa lampu hias, umbul-umbul, spanduk, baliho untuk dipasang di depan kantor mereka. a�?Kita ingin MTQ ini menjadi gawe bersama masyarakat kota Mataram,a�? tandasnya.

Sementara di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana tak kalah sibuk. Kemarin, Mohan blusukan ke sejumlah pemilik PKL yang ada di Jalan Pejanggik, Cakranegara. Ia mensosialisasikan kebijakan terhadap PKL jelang MTQ Nasional.

“Tidak ada istilah menggusur PKL di Kota Mataram. Kami hanya meminta para pemilik PKL ini untuk seragam dan menjaga keindahan serta kebersihan Kota saat pelaksanaan MTQ berlangsung,” kata Mohan meyakinkan PKL.

Dijelaskan, nantinya para pemilik PKL akan mendapat bantuan tenda PKL dari pihak Pemerintah Provinsi. Jumlahnya sebanyak 48 tenda. Ini sebagai upaya penataan dan penyeragaman PKL saat pelaksanaan MTQ berlangsung. Sehingga, PKL yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Pejanggik diminta tak perlu khawatir tak bisa berjualan lagi.

“Jangan ada lagi yang memakai ruang kosong milik publik. Saya minta tolong kepada PKL buat pengunjung yang datang merasa nyaman,” pinta Mohan.

Ia meminta para PKL juga tetap menjaga kebersihan dan kualitas makanan atau barang yang dijual. Selain itu harga juga diharapkan jangan terlalu mahal saat momentum MTQ nanti. Ia meminta sewajarnya saja. “Saya juga nanti akan bertemu dengan beberapa pengusaha hotel. Untuk mengontrol harga dan pelayanan hotel. Jangan sampai mereka menaikkan harga jelang MTQ ini,” terang dia.

Satu hal yang juga menjadi perhatian Mohan, ia menjelaskan tidak boleh ada lagi aksi premanisme di Kota Mataram. Khususnuya yang biasa melibatkan para PKL. Ia berjanji, jika ada aksi premanisme, ia akan turun langsung menindaknya.(ili/ton/r6)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost