Lombok Post
Headline Tanjung

Najmul: Rasa Cinta Terhadap KLU Harus Dijaga

Najmul Akhyar
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar

TANJUNGA�– Hari ini, Kabupaten Lombok Utara (KLU) genap berusia delapan tahun. Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, hari jadi KLU kali ini merupakan tahun pertama dirinya bersama Wakil Bupati Sarifudin memimpin. a�?Di tahun pertama pengabdian kami ini mari kita jaga eksistensi kebanggan dan kecintaan kepada daerah ini,a�? harapnya kemarin (20/7).

Di awal kepemimpinannya, Najmul bersama Sarifudin mengusung visi terwujudnya Lombok Utara yang religius, berbudaya, adil, dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut maka duet pemimpin muda ini akan melaksanakan lima misi yakni percepatan perwujudan masyarakat yang beriman dan bertaqwa dan berbudaya, percepatan peningkatan kualitas hidup masyarakat, percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik, percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah, serta mempertahankan daya dukung lingkungan dan membangun ketahanan terhadap bencana.

a�?Visi misi tersebut akan kami aplikasikan melalui strategi umum yakni percepatan inovasi nilai tambah (PIN). Secara spesifik bahwa kelima misi tersebut memiliki sasaran maupun strategi tersendiri,a�? paparnya.

Untuk misi pertama, ada beberapa strategi yang jalankan. Seperti, gerakan kembali ke khittah pendidikan, peningkatan peran tokoh agama dan masyarakat. Terutama menggencarkan majelis-majelis agama di setiap lapisan masyarakat. Termasuk fasilitasi pembangunan tempat-tempat ibadah, melakukan dialog antar warga, antar umat beragama, antar komunitas adat dan budaya, serta melakukan fasilitasi dokumentasi dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya yang berfungsi dalam segenap aspek kehidupan masyarakat.

Tujuannya, untuk meningkatnya keimanan dan ketaqwaan melalui pengamalan ajaran agama, pelestarian budaya luhur dalam kehidupan sehari-hari, meningkatnya toleransi dan harmonisasi kehidupan beragama diantara pemeluk setiap agama, meningkatnya pelestarian dan pengembangan hasanah budaya dan kesenian yang dapat mendukung pariwisata, terjaganya keamanan ketertiban masyarakat, dan terjaganya stabiilitas politik dan kesatuan bangsa.

Untuk misi kedua, ditetapkan sejumlah strategi. Di bidang pendidikan yakni kembali ke khittah pendidikan. Sedangkan di bidang kesehatan yakni pengadaan satu dokter satu desa dan mewujdkan PHBS. Di bidang ekonomi adalah penanggulangan kemiskinan.

Dalam rangka percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka strategi yang akan diaplikasikan adalah melalui empat pilar pemerintahan (e-government). Yakni, memasang konektivitas antar unit kerja di seluruh SKPD dan memastikan sistem tersebut berjalan dengan baik (go broadband network), melaksanakan pelayanan publik lewat sistem government portal, membangun jaringan informasi menuju e-government serta membangun kapasitas aparatur dengan pengetahuan teknologi, dan menjalin kemitraan secara pribadi maupun kolektif baik sesama aparatur maupun dengan stakeholder eksternal atau publik.

Untuk melaksanakan percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah, strategi yang dijalankan yakni, merancang desain pengembangan ruas jalan kabupaten. Sehingga tersedia desain pengembangan infrastruktur jalan yang baik dan memadai, merancang desain peningkatan cakupan pelayanan air bersih. Sedangkan sasaran pemerataan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah ini antara lain meningkatnya panjang jalan kabupaten dari 209 kilometer menjadi 350 kilometer dengan kemantapan jalan mencapai 85 persen (2020). Selain itu, tersedianya akses air minum yang aman mencapai 80 persen (2019), rumah tangga menggunakan listrik 100 persen (2019), persentase rumah tidak layak huni dan pemukiman kumuh tersisa 5 persen pada 2020, meningkatnya infrastruktur irigasi.

Meningkatnya infrastruktur perhubungan, meningkatnya lingkungan yang sehat dan aman didukung PSU, persentase rumah tangga menggunakan energi baru terbarukan sebesar 15 persen (2020). Kemudian tersedianya lahan untuk pelebaran jalan provinsi maupun nasional.

Sementara itu, untuk mempertahankan daya dukung lingkungan dan membangun, ketahanan terhadap bencana untuk mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang harmonis dan berkelanjutan, maka langkah yang dilakukan pemerintah daerah adalah mendorong masyarakat. Agar membiasakan hidup bersih dan sehat dalam keseharian dengan melakukan penyehatan lingkungan, rumah, jambanisasi, dan pengolahan sampah dari sumbernya.

Selain itu menyiapkan masyarakat sejak dini agar selalu tanggap bencana bila sewaktu-waktu terjadi bencana, mengingat secara topografis, Lombok Utara memang wilayah yang rentan bahaya bencana.

Najmul juga mengungkapkan dalam momen HUT ke-8 ini, pihaknya juga akan mendeklarasikan Lombok Utara sebagai destinasi wisata dunia. Deklarasi ini penting agar kita memiliki branding yang jelas sebagai daerah tujuan wisata internasional. a�?Ini penting dilakukan karena lombok utara memiliki potensi wisata cukup banyak dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di NTB,a�? pungkasnya. (puj/r9/*)

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost