Lombok Post
Headline Metropolis

Program Pemerintah NTB Dianggap Belum Sentuh Rakyat Miskin

Asisten II Setda NTB H. Lalu Gita Aryadi.

MATARAM – Pondasi kemiskinan di NTB disebut terlalu rapuh. Bahkan, di tengah pertumbuhan ekonomi yang dielu-elukan terbaik secara nasional pun, kenyataannya jumlah masyarakat miskin malah bertambah.

a�?Pondasi kemiskinan kita sangat rapuh. Sedikit saja ada pengaruh langsung menunjukkan pergerseran,a�? kata anggota Komisi II DPRD NTB Made Slamet.

Menurutnya, ini disebabkan pemerintah sendiri belum sungguh-sungguh bekerja. Banyak program yang diluncurkan dan menjadi kebanggaan, kenyataannya, tidak mampu menjawab permasalahan riil di lapangan.

a�?Program unggulan belum ampuh menjawab permasalahan kemiskinan di daerah kita,a�? kata Made.

Ia menyebut, sejumlah SKPD masih belum maksimal dalam merancang dan melaksanakan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga, terkesan hanya sekadar menghamburkan anggaran.

Kenyataanya, anggaran yang dikucurkan untuk pemberantasan kemiskinan pada tahun ini mengalami peningkatan yakni mencapai Rp 800 miliar. Sayangnya, jumlah penduduk yang dikatagorikan miskin pun masih bertambah.

Ia mencontohkan, beberapa program yang mendapat alokasi anggaran tinggi tetapi tidak berimbas pada penurunan angka kemiskinan. Misalnya, program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang menjadi unggulan Bumi Gora.

a�?BSS itu kan dihajatkan untuk menekan kemiskinan. Kita akan evaluasi nanti seberapa jauh program itu mampu menurunkan kemiskinan. Apakah anggaran yang dikucurkan selama ini berbanding lurus dengan hasil programnya,a�? tegas Made.

Selain itu, ia juga meyakini bahwa masih tingginya jumlah penduduk miskin di NTB juga disebabkan banyak program pusat tidak berjalan dengan baik di daerah. Ia mencontohkan, banyak program pusat yang mendapat suntikan anggaran besar justru berujung pada kasus hukum.

a�?Misalnya, pelaksanaan program cetak sawah baru di NTB yang ternyata terindikasi tersangkut masalah hukum. Padahal, program pusat itu kan sangat strategis untuk menekan kemiskinan,a�? kata Made.

a�?Buktinya sekarang rata-rata kemiskinan secara nasional sedang mengalami penurunan dan kita malah bertambah jumlah penduduk miskinnya,a�? beber Made.

Ia juga menyoroti gebrakan yang dilakukan oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan maupun TPID NTB. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari Badan Pusat Statistik (BPS), meningkatkan kemiskinan di daerah ini juga disebabkan inflasi di daerah.

a�?Tim yang sudah dibentuk itu harus bekerja maksimal, perlu menunjukkan gebrakannya untuk mencari solusi atas masalah kemiskinan ini,a�? kata Made.

Sementara, Asisten II Setda NTB H. Lalu Gita Aryadi menilai, kegagalan NTB dalam menekan jumlah penduduk miskin disebabkan oleh prilaku masyarakat itu sendiri.

Ia mencontohkan, rokok justru menjadi salah satu penyumbang kemiskinan di NTB. Jika saja masyarakat mengurangi konsumsi rokoknya, kata Gita, kemiskinan bisa lebih dikendalikan.

Sebelumnya, BPS NTB menyebut, rokok kretek filter dinilai menjadi salah satu penyebab kemiskinan di daerah ini setelah beras. BPS NTB mencatat jumlah penduduk miskin di NTB bertambah. Pada bulan Maret 2016 penduduk miskin mencapai 804.440 orang. Angka ini bertambah sekitar 2.150 orang dibanding bulan September 2015 sebanyak 802.290 orang.

Meski demikian, Gita berjanji secepatnya akan berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk bersama-sama mengatensi masalah kemiskinan ini. Terutama kaitannya dengan upaya pengendalian harga di pasar dengan cara memutus rantai distribusi untuk sejumlah komoditi. (uki/r9)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost