Lombok Post
Headline Kriminal

Pengamanan Objek Vital Diperketat

DISKUSI : Kabag Penum Biro Penmas Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Pangastuti berdiskusi dengan wartawan di ruang PID Wartawan Mapolda NTB, kemarin (21/7). Martinus Sitompul didampingi Kabag Humas Polda NTB AKBP Tri Budi

MATARAM – Polri kini tengah mengantisipasi serangan balasan teroris pascaterbunuhnya terduga teroris Santoso dalam Operasi Tinombala di Pegunungan Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. A�Menurut polisi serangan balasan itu berpotensi muncul dari anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) yang digawangi Santoso.

a�?Kita antisipasis balasana mereka,a�? kata Kabag Penum Biro Penmas Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul saat berkunjung ke Polda NTB, kemarin (21/7).

Untuk mengantisipasi itu, pihaknya sudah meningkatkan pengamanan di Markas Komando (Mako) Polri, dan Satuan kewilayahan. Selain itu, senjata anggota polri juga ditambah.

a�?Setiap pengamanan pintu masuk ke Mapolda maupun Polres diamankan dengan ketat,a�? jelasnya.

a�?Setiap orang yang masuk harus diperiksa. Dan Polda juga memberlakukan sistem One Way dan One Out,a�? sambungnya.

Selain Markas Komando, polisi juga menjagaA� setiap objek vital di masing-masing daerah. Langkah itu, untuk mengantisipasi daerah tersebut dari ancaman teror.

a�?Kita siapkan personel di tempat-tempat keramaian,a�? ujarnya.

Martinus mengungkapkan, pihaknya datang ke NTB untuk menjalankan program kerja. Dalam program tersebut, salah satunya melakukan pemantauan terhadap paham radikal. Hasil pantauannya khusus di wilayah Lombok, tidak ada terlihat adanya teror. a�?Artinya, Lombok ini aman,a�? ujarnya.

Sementara itu di wilayah Sumbawa dan Bima belum dipantau. Rencananya, Martinus akan terbang ke Bima besok. A�tersebut, pihaknya akan melakukan tidakan pencegahan.

A�a�?Hasilnya, itu akan kita laporkan langsung ke mabes. Tapi itu, sifatnya rahasia,a�? ucapnya.

Sementara itu terkait kabar rencana serangan jaringan Santoso ke Jakarta, Jawa, Bali dan NTB yang tersebar di media sosial Polri memberikan jawaban. Menurutnya isu yang beredar tidak benar.

Dalam postingan itu yang tertanggal 19 juli 2016 itu tertera rencana penyerangan untuk melakukan aksi teror dibeberapa tempat. A�Kabar ini menyebutA� Untuk kawasan di NTB, kelompok tersebut akan menyasar kawasan wisata Senggigi. Selain itu juga akan menyerang beberapa Mako Polres dan Polda NTB.

A�a�?Jangan percaya berita itu. Berita itu hanya berita kosong yang tidak mampu dipertanggungjawabkan,a�? sambung Martinus.

Menurutnya postingan itu dilakukan oleh orang yang hanya ingin membuat sensasi dan membuat suasana menjadi gaduh. Ia juga menegaskan, pihaknya sudah memonitoring beberapa situs/website A�yang menyebarkan paham radikal. Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya inventarisasi dan melakukan pengawsan di lapangan.

a�?Itu berita yang tidak benar,a�? tegasnya berulang kali.A� (arl/r3)

Berita Lainnya

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post