Giri Menang

Perencanaan Lamban, Eksekusi Molor

GIRI MENANG – Kinerja realisasi fisik hingga keuangan sejumlah SKPD masih mendapat nilai merah di awal semester pertama. Penyebabnya perencanaan proyek yang baru dimulai saat tahun anggaran berjalan.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) I Made Arthadana mengatakan, perencanaan yang dimulai di tahun anggaran, berakibat saat proses tender. Tender proyek molor dikarenakan saat awal tahun anggaran dipakai untuk melakukan perencanaan.

Menurut dia, perencanaan proyek idealnya bisa dilakukan ketika pembahasan anggaran perubahan. Sehingga saat APBD murni diketok bisa langsung melakukan eksekusi. Namun fakta yang terjadi, di Dinas PU nyaris 80 proses perencanaan proyek dilakukan ketika tahun anggaran berjalan.

a�?Mau tidak mau kita tunggu perencanaan selesai baru tender dilakukan. Itu kendalanya di PUa�? aku Made.

Sementara itu, sebanyak 60 paket proyek saat ini ditangani Dinas PU. Dari jumlah tersebut, tersisa 12 proyek yang saat ini masih mengikuti proses lelang di ULP. a�?Target tuntas di pertengahan Agustus,a�? janji Made.

Secara umum, realisasi proyek fisik di Dinas PU baru tercapai 34 persen. Sedangkan untuk progress keuangan, hanya terealisasi 22,32 persen. Rendahnya realisasi fisik dan keuangan, kata Made, disebabkan banyak pengerjaan proyek yang baru dimulai. Sejumlah rekanan pun baru melakukan pengambilan uang muka.

a�?Untuk proyek, sebagian besar kita target tuntas di November,a�? tandasnya.(dit/r6)

Related posts

88 Desa Terancam Kekeringan

Iklan Lombok Post

Tenang, Pelayanan Jalan Terus

Redaksi Lombok post

Berkas Kasus Kades Sekotong Barat P21

Redaksi Lombok post