Lombok Post
Dialog Jum'at

Sukses MTQ Nasional

TGH Safwan Hakim

Assalamua��alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah,A�segala pujian hanya bagi Allah atas semua nikmatNya utamanya nikmat Iman dan Islam. Selawat salam kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau.

Pembaca Rahimakumullah

Melalui tulisan ini, kembali pengasuh sampaikan rasa syukur yang mendalam berkaitan dengan ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ Tingkat Nasional ke-26.

Rasa syukur kepada Allah ini dibarengi dengan doa, semoga pelaksaan MTQ Nasional tersebut berjalan lancar dan sukses.

Sebagai warga NTB, kesuksesan tersebut agar dapat tercermin pada hal-hal berikut. Pertama Sukses dalam semua proses pelaksanaannya. Mulai dari persiapan, lebih-lebih saat pelaksanaannya.

Bahkan sampai pasca-pelaksanaannnya, agar semua peserta dan anggota kontingen, termasuk pemuda kita merasa puas karena suasananya yang aman, nyaman, dan tertib.

Kedua, sukses untuk masyarakat NTB apabila prestasi dari tuan rumah sangat memuaskan. Minimal tidak mengecewakan. Kalau tidak bisa menjadi juara umum, minimal juara harapan.

Kami yakin berdasarkan pengalaman-pengalaman yang lalu prestasi NTB tidaklah mengecewakan. Apalagi saat ini sebagai tuan rumah tentu persiapan-persiapan kontingen NTB pasti lebih baik.

Ketiga, sukses, dapat dilihat dari dampak politis, ekonomi, juga dari sudut budaya. Dampak politisnya ialah semakin berkembangnya kebijakan pemerintah yang mengutamakan nilai-nilai keislaman.

Sedangkan dampak ekonominya ialah meningkatnya penghasilan warga NTB, dimana selama pelaksanaan MTQ jauh dari yang biasa, baik kualitas maupun kuantitasnya. Demikian pula pengaruhnya terhadap budaya, tradisi dan akhlak masyarakat menjadi lebih baik.

Sukses-sukses tersebut diharapkan benar-benar terwujud, sehingga pemerintah dan masyarakat NTB benar-benar merasakannya.

Apabila hal-hal yang penulis sampaikan di atas telah menjadi kenyataan, maka MTQ ke-26 di NTB dapat mendatangkan karunia dan rahmat yang besar bagi NTB.

Tidak hanya secara moral tapi juga secara material, dan nilai-nilai tersebut akan terekam dan tertanam ke dalam lubuk hati, pikiran dan budaya masyarakat NTB untuk jangka waktu yang panjang dari generasi ke generasi dan memengaruhi alur sejarah masyarakat NTB.

Pengasuh melihat hal-hal tersebut sebagai sesuatu yang sangat mulia dan bernilai istimewa, tidak hanya untuk orang-orang tertentu tapi menyeluruh kepada orang perorang atau individu.

Mudah-mudahan apa yang kita harapkan tersebut bisa terwujud, tidak hanya dalam ucapan dan cerita, tetapi juga monumen yang ditinggalkannya menjadi sumber peradaban islam di NTB. Semoga demikian, amin ya rabbal alamin. (r10)

Berita Lainnya

Nyantri di Ponpes

Redaksi Lombok Post

Selamat Anis-Sandi

Redaksi Lombok Post

Merasa Kurang

Redaksi Lombok post

Komitmen pada Diri Sendiri

Redaksi Lombok post

KH Hasyim Muzadi

Redaksi Lombok post

Pasca-Kunjungan Raja

Redaksi Lombok post

Menjaga Kesucian Alquran

Redaksi Lombok post

Kunjungan Raja Saudi

Redaksi Lombok post

Kriteria dan Hakikat Pemimpin dalam Islam

Redaksi Lombok post