Lombok Post
Metropolis

Wapres JK Buka Hari Anak Nasional di NTB

FORUM ANAK-SIR
Hentikan Kekerasan Pada Anak

MATARAMA�– Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dipastikan akan hadir pada puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Mataram, Sabtu (23/7). Hal ini dipastikan setelah Presiden Jokowi tidak bisa hadir pada puncah acara tersebut.

a�?Yang akan hadir nanti Pak Wapres,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin (21/7).

Dengan kepastian ini, Mohan berharap semua persiapan yang sudah dilakukan benar-benar matang pada puncak acara besok. Pemkot Mataram sendiri terus melakukan koordinasi dengan protokol wakil presiden untuk memastikan beberapa hal teknis. Seperti penginapan dan rangkaian acara yang akan dihadiri Wapres JK.

a�?Saya berharap semua sudah siap,a�? tegasnya.

Sampai saat ini, lokasi persiapan hari anak nasional di lapangan umum Mataram masih belum rampung. Para pekerja masih terlihat sibuk membangun kerangka panggung utama yang terbuat dari bambu.

Terpisah, Forum Anak Nasional (FAN) yang merupakan rangkaian HAN terus berlangsung seperti seminar dan diskusi tentang anak di Hotel Lombok Raya. Sekretaris panitia FAN Nyayu Ernawati mengatakan, semua aspirasi anak hasil rekomendasi FAN nanti akan disampaikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Termasuk 10 ribu surat anak dari seluruh Indonesia. Satu diantaranya akan dibacakan pada saat puncak HAN.

a�?Kita ingin mimpi-mimpi anak Indonesia terwujud, mereka akan menyampaikan harapan mereka pada presiden,a�? kata Nyayu.

Dalam dua hari pelaksanaan FAN, berbagai aspirasi dan harapan anak sudah dikumpulkan. Semuanya bermuara untuk mengakhiri tindak kekerasan terhadap anak. Masalah ini masih menjadi isu krusial sebab angka kekerasan terhadap anak terus bertambah setiap tahun.

Sementara itu, pemerhati anak Seto MulyadiA� berharap momentum hari anak ini dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan kampanye menyetop kekerasan terhadap anak. Semua bentuk kekerasan harus dihentikan, tidak hanya kekerasan seksual, tetapi penelantaran dan kekerasan fisik juga harus dihentikan.

Kasus vaksin palsu menjadi contoh paling nyata bentuk kejahatan terhadap anak yang sangat keji. Selama beberapa tahun sudah ratusan anak terkena vaksin palus dan itu mengancam kesehatan mereka. Kasus-kasus seperti ini harus dihentikan sebab anak-anak adalah masa depan bangsa. Jika dirusak sejak dini, sama artinya merusak masa depan bangsa. (ili/r6)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost