Lombok Post
Metropolis

11 Ribu Surat untuk Presiden

B-FORUM ANAK-SIR
FORUM ANAK: Pemerhati anak Seto Mulyadi (tengah) berpose bersama para panitia Forum Anak Nasional di Hotel Lombok Raya, Kamis (21/7).

MATARAM – A�Ribuan surat anak dari seluruh Indonesia akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo pada puncak Hari Anak Nasional (HAN), hari ini di Mataram. Surat untuk presiden ini merupakan bentuk dukungan masyarakat, khususnya anak dan remaja kepada Presiden Jokowi dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada generasi bangsa dari dampak rokok.

Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari mengatakan, surat ini dikumpulkan oleh 20 orang pembaharu muda dari 17 kota di Indonesia. Jumlah surat yang terkumpul sebanyak 11 ribu lebih. Salah satu isu utama yang diangkat adalah mendesak Presiden mengaksesi Framework Conventional on Tobacco Control (FCTC).

Ketidakikutsertaan Indonesia dalam melawan epidemi tembakau membuat Indonesia telah menjadi sasaran industri rokok yang menyasar anak muda. Padahal Indonesia menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar setelah Tiongkok dan India.

a�?Penyerahan surat ini merupakan dukungan kepada presiden untuk melindungi anak Indonesia dengan aksesi FCTC,a�? katanya.

Sementara itu, kegiatan Forum Anak Nasional (FAN) yang merupakan rangkaian HAN berlangsung sukses. Kegiatan yang dimulai sejak Selasa (19/7) hingga Jumat (22/7) diisi dengan kirab budaya, seminar dan diskusi yang dilakukan selama beberapa hari di Hotel Lombok Raya.

Sekretaris Panitia FAN Nyayu Ernawati mengatakan, semua aspirasi anak hasil rekomendasi FAN nanti akan disampaikan pada puncak HAN hari ini. Termasuk 11 ribu surat anak dari seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaan FAN, berbagai aspirasi dan harapan anak sudah dikumpulkan. Semuanya bermuara untuk mengakhiri tindak kekerasan terhadap anak. Masalah ini masih menjadi isu krusial sebab angka kekerasan terhadap anak terus bertambah setiap tahun.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto MulyadiA� berharap momentum hari anak ini dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan kampanye menyetop kekerasan terhadap anak. Semua bentuk kekerasan harus dihentikan, tidak hanya kekerasan seksual, tetapi penelantaran dan kekerasan fisik juga harus dihentikan. (ili/*/r4)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost