Lombok Post
Headline Metropolis

Harap-Harap Cemas

A-sapu
HARUS BERSIH : Dua orang siswa tengah menyapu dan memungut sampah, di area Islamic Center yang akan jadi venue utama MTQ XXVI tahun 2016, kemarin (22/7).

MATARAMA�– Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 tinggal lima hari. Tapi venue utama di Islamic Center NTB belum juga rampung. Hal ini membuat Wakil Gubernur NTB HM Amin, selaku ketua panitia belum tenang. Demikian juga dengan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh selaku wakil ketua panitia juga masih harap-harap cemas.

Bersama jajarannya, kemarin (22/7), mereka turun mengecek lokasi utama pelaksanaan MTQ. Dua pejabat ini berkeliling memeriksa lokasi acara, mulai dari panggung astaka, tribun utama, penataan lokasi hingga kebersihan area masjid. Para pegawai pun dikerahkan untuk gotong royong membersihkan sampah di sekitar lokasi.

a�?Kita kontrol terus, malam, siang, sore bahkan rapat akan saya pindahkan ke sini (IC) untuk membangkitkan semangat dan rasa tanggungjawab kita,a�? kata M Amin usai memeriksa semua lokasi.

Setelah berkeliling dan mengecek persiapan, panitia pelaksana mengaku tidak ada kendala berarti. Hanya saya masalah utama yang belum rampung adalah pemasangan tribun dan astaka yang akan menjadi lokasi pembukaan. Ia menekankan agar panggung pembukaan harus benar-benar siap sebelum acara dimulai. Sebab lokasi pembukaan akan mencerminkan kesuksesan dari keseluruhan acara.

a�?Bagus di saat pembukaan, maka akan memberi semangat untuk pelaksanaan acara seterusnya hingga penutupan,a�? ujar Amin.

Pihak ketiga yang mengerjakan panggung utama MTQ menjanjikan tanggal 25 Juli semua sudah jadi. Melihat kondisi fisik panggung yang masih rangka memang ada rasa khawatir, tapi ia percaya pihak ketiga sudah punya pengalaman dalam hal ini sehingga pekerjaan akan selesai sebelum acara dimulai. Meski dikebut, tapi ia menekankan agar kualitas pekerjaan jangan diabaikan.

a�?Kita kerja jangan asal-asalan, asal selesai. Tapi harus juga dengan standar yang sudah ditetapkan, saya kontrol terus siang malam,a�? katanya.

Demikian juga dengan pasokan listrik untuk selama MTQ, PT PLN (persero) sudah menjamin tidak akan ada pemadaman selama acara berlangsung. Jumlah daya yang dibutuhkan semua sudah dihitung sehingga tidak akan ada pemadaman di lombok. Jika ada pemadaman tentu pemerintah akan protes pada manajemen PLN.

Selain itu, masalah keamanan juga menjadi perhatian. Masalah ini akan ditangani Polda NTB langsung dengan melibatkan TNI, dan semua unsur keamanan di bawahnya. Satpol PP, Linmas hingga organisasi kepemudaan akan ikut serta mengamankan. Seperti Banser Ansor, pemuda NU, NW, Muhammadiyah, hingga para pecalang dari umat Hindu.

a�?Semua dilibatkan, inikan penyelenggaraan nasional sehingga terintegrasi semuanya,a�? ujar politisi Nasdem ini.

Amin menekankan, pelaksanaan MTQ Nasional XXVI 2016 merupakan pertaruhan bagi NTB selaku tuan rumah. A�Sukses dan tidaknya akan berdampak pada nama NTB secara nasional. Pemerintah ingin agar tiga sukses dicapai yakni sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, dan sukses pencitraan. Sukses tidak hanya di IC saja, tetapi ada 13 venue MTQ termasuk di Masjid Agung Lombok Tengah, Bencingah Lombok Barat, Ponpes Al Aziziah di Kapek Gunung Sari.

a�?Sama dengan di sini kita persiapkan dengan baik,a�? ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang juga terus berkeliling mengatakan, lima hari sebelum acara lokasi utama mestinya sudah siap. Sehingga sebelum acara dimulai bisa dilakukan gladi resik dan sebagainya. Demikian juga dengan lokasi karnaval dan pamai harusnya dipersiapkan secara matang sejak saat ini.

Terkait kebersihan, Ahyar menekankan hal ini akan menjadi perhatian serius. Pihaknya sudah menyiapkan strategi agar kebersihan kota tetap terjaga selama acara. Petugas akan bekerja selama 24 jam. Untuk itu petugas akan dibagi-bagi menjadi beberapa shift, secara bergantian.

a�?Ada petugas dibeberapa titik, terutama di arena utama,a�? jelasnya.

Semua SKPD juga diminta siaga seperti Dinas Pekerjaan Umum memastikan drainase kota dalam kondisi baik, jalan-jalan harus mulus. Sementara Dinas Pertamanan harus menjamin taman-taman terpelihara dengan baik, lampu-lampu jalan harus tetap menyala, termasuk lampion hias.

a�?Semua camat dan lurah harus ikut meramaikan, agar masyarakat juga ikut serta,a�? ujarnya.

Masalah keamanan sudah berkali-kali dirapatkan, apalagi yang akan hadir adalah para tamu negara seperti menteri dan presiden. Juga termasuk keamanan secara keseluruhan, polisi diharapkan tidak memberi ruang kepada para pelaku kejahatan untuk beraksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram Dedy Supriadi berencana untuk memperbanyak jumlah tenaga kebersihan di area utama MTQ. Karena itu, pola kerja petugas kebersihan, waktunya ditambah. Setelah mereka menuntaskan kebersihan di pos masing-masing, 80 petugas kebersihan akan dikerahkan ke arena MTQ setiap hari.

a�?Ada 80 petugas kebersihan kita tambahkan nanti menuntaskan persoalan sampah di arena utama,a�? Kata Dedy.

Selain itu, sejak tanggal 20 Juli kemarin, beberapa kendaraan di klaim Dedy, sudah stand by di beberapa titik-titik rawan sampah. Itu adalah salah satu cara efektif memangkas waktu tempuh kendaraan pengangkut sampah guna menghindari penumpukan parah di titik tersebut. Bahkan ia, menyebut pada hari pelaksanaan MTQ nanti, truk pengangkut sampah akan bekerja hingga malam hari.

a�?Truk pengakut sampah stand by hingga malam hari,a�? janji dia. (ili/r4)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost