Lombok Post
Headline Praya

Jelang MTQ, PKL di Praya Menolak Direlokasi

Bupati LOTENG HM Suhail FT

PRAYAA�– Sebanyak 96 Pedagang Kaki Lima (PKL) di pusat kota Praya Lombok Tengah (Loteng), menolak direlokasi. Mereka merasa, keberadaannya selama ini tidak pernah mengganggu siapa pun, apalagi menyangkut urusan keamanan, ketertiban maupun kebersihan.

a�?Kami menolak keras di relokasi. Apa pun itu alasannya,a�? ujar sejumlah PKL, kemarin (22/7) saat menggelar aksi hearing di ruang Banmus DPRD Loteng.

Mereka ngotot tidak akan memindahkan lapak-lapak dan barang dagangan sejengkal pun, dari lokasi semula. Karena, lokasi baru di terminal Renteng Praya, dianggap jauh dari layak, sepi pengunjung dan rawan kejahatan.

Seriyanti, satu dari sekian banyak PKL di pusat Kota Praya itu merasa, kebijakan yang dilaksanakan pemerintah justru merugikan masyarakat dan pedagang. Pelaksanaan MTQ tingkat nasional, seolah-olah dijadikan alasan semata. Padahal, tidak demikian.

a�?Kalau pemerintah nekat merelokasi kami semua, hingga dilakukan penggurusan paksa, maka kami juga terpaksa melakukan perlawanan keras,a�? ancamnya.

Kecuali, kata Seriyanti lokasi baru benar-benar layak, fasilitas, sarana dan prasarana tersedia lengkap. Bukan sebaliknya.

a�?Mohon Bapak Bupati untuk mempertimbangkan kebijakan relokasi ini. Kasihan mereka,a�? cetus tim advokasi PKL, yang juga ketua Formapi NTB Ikhsan Ramdhani.

Menanggapi hal itu, Camat Praya Ridwan Maka��ruf menyerukan, agar para PKL untuk sementara, menerima lokasi baru, sembari menunggu perencanaan pembangunan secara permanen di lokasi yang sudah ditempati yaitu, terminal Renteng. Karena, ditempat itu direncanakan dijadikan pusat pemasaran terbesar di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Bupati HM Suhaili FT, melalui Dinas Hubkominfo pun sedang berusaha meminta, agar terminal tersebut tidak diambil pengelolaannya oleh pemerintah provinsi. Karena, masih berstatus terminal kelas B, bahkan C.

a�?Kami sudah mengecek pasar dan terminal Renteng. Alhamdulillah, sudah bersih, tinggal kita buatkan lapak saja,a�? kata Ridwan.

a�?Sedangkan, untuk lokasi PKL sekarang, kita akan jadikan area parkir. Nantinya, kendaraan roda dua maupun empat, terparkir di selatan dengan rapi,a�? lanjutnya.

Senada dikatakan Ketua Komisi I DPRD Loteng Samsul Qomar. Dikatakannya, Pemkab suka tidak suka dan mau tidak mau, harus memperhatikan rakyatnya. Relokasi pedagang boleh dilakukan, asalkan sudah disediakan seluruh perlengkapannya di tempat yang baru. Bukan sebatas janji-janji semata.

a�?Tolong, sosialisasi relokasi diperluas, bentuk tim terpadu dan siapkan perangkat. Ingat, kami tetap melakukan pengawasan,a�? tegasnya.(dss/r3)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost