Lombok Post
Metropolis

Pohon Mati Mengintai

pohon
BELUM JUGA DITEBANG : Pohon besar di persimpangan Jalan Tambora, Gomong hingga kemarin masih belum ditebang.

MATARAMA� a�� A�Para pengendara di Kota Mataram, harus ekstra waspada. Sedikitnya 17 Pohon tua dan mati siap menerjang dan membahayakan keselamatan mereka. Salah satunya, di persimpangan jalan Tambora dan dengan jalan Pemuda, Gomong, Mataram.

Sebelumnya pihak Dinas Pertamanan sudah berjanji segera menebang pohon berbahaya itu. Tapi hingga kemarin(22/07) pohon besar yang sudah mengering mati itu, masih kokoh berdiri.

a�?Kemarin sudah ada tim saya yang turun mensurvei pohon itu,a�? Jawab Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, Kemal Islam.

Kemal mengaku tak bisa segera mengeksekusi pohon itu. Ia berdalih konsetrasi anak buahnya fokus pembenahan taman dan pohon di sekitar tempat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qura��an (MTQ). Dalam catatannya ada sekitar 17 pohon yang kondisinya serupa.

a�?Ada 17 pohon yang kondisinya sama, tapi sepertinya baru bisa kita potong setelah persiapan MTQ ini tuntas,a�? imbuhnya.

Ia tak menampik potensi bahaya yang bisa terjadi jika sewaktu-waktu dahan pohon patah lalu menerjang warga di bawahnya.

a�?Saya fikir juga membahayakan, cuma situasi sekarang agak sedikit bersahabat. Anginnya tidak begitu (kencang),a�? kelitnya.

Selain itu, ia mengklarifikasi tudingan yang mengarah pada Dinas Pertamanan, terkait permintaan biaya tambahan melakukan toping (pemotongan, red) pohon pada warga yang melapor. Permintaan biaya hanya untuk ruko-ruko pengusaha yang berdiri atau mulai di buka, setelah pohon lebih dahulu di tanam.

a�?Permintaan itu hanya bagi warga yang meminta pemotongan pohon untuk kepentingan tertentu. Misalnya mau buka ruko. Padahal, pohon sudah lebih dahulu ditanam di sana,a�? ketusnya.

Sesuai peraturan wali kota, jika diameter batang pohon sudah mencapai 30 centimeter (cm), maka pemotongan bisa dilakukan dengan diganti 20 bibit pohon yang tingginya mencapai 3 meter. Sementara, jika ada pohon yang berada di tempat umum, seperti di perempatan jalan Tambora itu, justru pihaknya berterima kasih jika ada warga yang melapor.

a�?Tentu tidak ada biaya untuk itu, kita malah berterima kasih,a�? ujarnya.

Sebelumnya seorang warga Mahyudin yang biasa berjualan nasi goreng di bawah pohon jenis ancak itu, mengaku pernah melaporkan kondisi ranting pohon yang membahayakan bagi pengendara. Tapi, malah dimintai uang untuk biaya toping. (cr-zad/r4)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post