Lombok Post
Sumbawa

Bupati Pertimbangan Syarat PT DMB

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW Musyafirin

TALIWANGA�– Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW Musyafirin akan mengkaji syarat yang diajukan PT Daerah Maju Bersaing (DMB). Karena, sampai saat ini tiga daerah pemilik saham di perusahaan tersebut belum membahasnya.

Diketahui, Dirut PT DMB mengajukan dua syarat terkait pelepasan saham 6 persen. Yakni, daerah harus memiliki komisaris independent di PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT), yang saat ini sahamnya telah dijual ke PT Amman Mineral Internasional (AMI). Syarat kedua, PT DMB harus bisa mendapatkan pekerjaan di PTNNT.

a�?Kalau syarat yang disampaikan Dirut DMB belum kita bahas. Syarat ini wajar saja disampaikan, sebagai masukan dan usulan kepada masing-masing daerah pemilik saham di PT DMB,a��a�� kata bupati, kemarin (24/7).

Menurut dia, syarat yang diajukan Dirut PT DMB itu akan dipertimbangkan. Itu pun jika syarat tersebut rasional dan menguntungkan daerah. a�?Sepanjang itu kita anggap rasional, kita dukung. Tapi kalau syarat itu diluar kewenangan PT DMB, tidak mungkin juga kita paksakan,a��a�� tegasnya.

Bupati mengatakan, secara umum Pemrov NTB, Pemda KSB, dan Pemda Sumbawa sudah mencapai kata sepakat untuk melepas kepemilikan 6 persen saham. Pemerintah tidak memiliki cara lain, selain harus menjual saham itu.

a�?Kita setuju atas penjualan saham ini. Nah diperjanjian jual belinya nanti, daerah akan mengajukan sejumlah syarat,a��a�� akunya.

Salah satu syarat yang diajukan, DMB meminta deviden tahun 2015 dan tahun 2016 sampai terjadinya transaksi jual beli saham ini. Deviden itu harus disetorkan PT MDB ke DMB.

a�?Artinya, besaran saham yang dibagikan PTNNT kepada MDB, itu harus dibagikan kepada PT DMB juga. Tidak ada lagi istilah advance deviden (saham dibayar dimuka) seperti yang dilakukan selama ini,a��a�� ingatnya.

Jika pembagian deviden itu disetujui, lanjut dia, daerah akan memberikan garansi dan sepakat untuk menghapus utang PT MDB. A�Utang ini sempat menimbulkan perbedaan persepsi. Ada yang menyebut PT MDB kurang bayar. Ada juga yang mengatakan PT MDB kelebihan membayar.

a�?Itu nanti kita anggap nol, asal deviden 2015 dan 2016 dibagi secara proporsional. Inilah dasar kita kenapa mau menghapuskan utang tadi, supaya tidak ada lagi klaim-klaim seperti itu,a��a�� tegas bupati.

Diketahui, PT MDB saat ini menguasai 24 persen saham PTNNT. Pelepasan saham ini juga disebabkan kondisi yang terjadi saat ini. Jika pemerintah tetap bertahan dengan saham itu, sambung dia, dikhawatirkan ke depan saham milik DMB itu mengalami delusi.

a�?Kalau pemilik saham mayoritas minta seluruh pemegang saham menambah modal usaha, kita mau ambil dari mana. Kalau tidak ikut, sasarannya saham kita delusi,a�? pungkasnya. (far/r1)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya