Lombok Post
Praya

Loteng Menuju Desa Layak Anak

PENANDATANGANAN: Disaksikan Menteri PP-PA Yohana Susana Yembise, Bupati HM Suhaili FT menandatangani Desa Mertak Pujut Lombok Tengah (Loteng), menuju Desa Layak Anak, kemarin (23/7).

PRAYAA�– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Susana Yembise, mengharapkan Lombok Tengah (Loteng) segera berbenah, menuju desa layak anak. Pemerintah sepakat, Desa Mertak Kecamatan Pujut menjadi desa dalam pencanangan program tersebut.

a�?Terapkan perlindungan terhadap anak dan perhatikan hak-hak mereka,a�? kata Yohana, kemarin (23/7) saat menghadiri puncak hari anak nasional di Bencingah alun-alun Tastura, Praya.

Maksudnya, terang Yohana pemerintah, orang tua, lembaga pendidikan, lingkungan dan siapa pun itu wajib melindungi anak, dimana pun dan kapan pun. Karena keberadaan mereka dijamin Undang-undang. Sehingga, tanggungjawab semua pihak untuk mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

a�?Saya pernah mendengar, ada guru yang mencubit anak muridnya. Itu tidak boleh dilakukan, sebaiknya berikan teguran saja,a�? kata Yohana.

Kejadian itu pun, lanjut Yohana membuat Kementeriannya angkat bicara dan bertindak. Ia meminta kepolisian menindaklanjuti sikap guru semacam itu. Hal ini pun, berlaku bagi orang tua dan lingkuangan. a�?Lindungilah mereka, jangan ada kekerasan terhadap mereja,a�? serunya dihadapan Bupati HM Suhaili FT, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, Sekda HL Supardan dan pimpinan Forkopimda serta tamu undangan lainnya.

Khususnya lagi, kata Yohana kekerasan seksual. Diakuinya, akhir-akhir ini bermunculan berbagai pemberitaan media masa, cetak maupun elektronik, yang menyoroti kekerasan seksual terhadap anak. Sebagian daerah di Indonesia terjadi. Potret semacam itu pun, membuat Presiden Joko Widodo menerapkan aturan tegas.

a�?Saya berharap Loteng juga menerapkannya. Apalagi, Loteng akan menuju daerah layak anak. Dengan kita menyelamatkan satu anak, maka sama dengan menyelamatkan masa depannya,a�? katanya.

Untuk itulah, pihaknya menyarankan agar pemerintah desa, kecamatan, daerah hingga provinsi mendorong kebijakan terhadap keberpihakan kepada anak. Bukan sebaliknya, dibiarkan begitu saja. a�?Kita harus berusaha semaksimal mungkin, menuju daerah layak anak,a�? sambung Bupati HM Suhaili FT.

Ada tiga komponen penting, kata Suhaili yang harus berperan aktif dalam perlindungan anak yaitu, orang tua di rumah, lembaga pendidikan dan lingkungan. Jika ketiganya berjalan seirama, maka tidak akan ada kekerasan terhadap anak, apalagi kekerasan seksual.

a�?Mari kita bersama-sama mengawasi anak kita masing-masing. Jalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya,a�? seru orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.(dss/r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost