Lombok Post
Politika

Pengamat: Mahar Pilgub NTB 2018 Bakal Mahal

Pengamat politik IAIN Mataram Agus

MATARAM – Pengamat politik IAIN Mataram Agus menilai, parpol kemungkinan akan meningkatkan maharnya. Terutama untuk agenda politik tahun 2018 dan 2019.Pasalnya, pilkada serentak 2018 yang berlangsung di NTB beriringan pemilu legislatif maupun pemilu presiden.

Karena, banyak kebutuhan yang harus disiapkan parpol untuk mengurus berbagai kepentingan politik di tahun itu.

Alumni UGM Jogjakarta itu mengatakan, akan banyak kejutan yang terjadi pada pilkada serentak 2018. Terutama pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Pertarungan pilgub, pilkada Lombok Timur, dan Kota Bima dinilai akan lebih terbuka lantaran tidak ada incumbent.

Sedangkan untuk Kabupaten Lombok Barat incumbent yang kini dijabat Bupati Fauzan Khalid bisa saja bertarung kembali jika mendapat dukungan partai politik.

Pertarungan politik ini akan semakin menarik jika dalam pilkada tidak ada kandidat yang dominan sehingga lebih terbuka.

Khusus untuk pilgub, mantan komisioner KPU NTB ini mengatakan, kelemahan masing-masing pasangan calon akan menjadi isu politik yang akan meramaikan politik 2018.

Terlebih, kata Agus, bakal calon yang akan muncul nantinya kemungkinan bupati atau wali kota yang mau naik kelas.

a�?Masing-masing punya prestasi, punya basis sosial dan beberapa diantara mereka politisi senior. Mereka merupakan penjabat publik yang tentu memiliki kelemahan secara politik,a�? kata Agus kepada Lombok Post, Jumat (22/7).

Fenomena pilkada serentak tersebut juga dinilai akan menyulitkan parpol.

Terutama dalam menentukan pasangan calon. Termasuk koalisi parpol yang menitik beratkan pada kepentingan di masing-masing daerah yang berbeda.

Dia menyontohkan bagaimana partai A dan B bisa saja tidak sama kepentingannya antara di tingkat provinsi dengan di kabupaten/kota.

Hal itu juga ditambah dengan kepentingan politik nasional yang semakin mempersulit koalisi antar parpol.

Terlepas dari itu, dia yakin masing-masing kandidat sudah menyiapkan strateginya. Terutama mereka yang bertarung menggunakan jalur independent.

Artinya, semua masih terbuka peluang untuk menentukan sikap apakah menggunakan jalur partai politik atau perseorangan. (tan/r9)

Berita Lainnya

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost

Bawaslu Bersiap Pelototi Kiai Ma’ruf, Ingatkan Tidak Kampanye di Ponpes

Redaksi LombokPost

Bung Nuri: Mari Berpolitik Santun

Redaksi LombokPost

DPT HP Akan Dicermati Dua Bulan

Redaksi LombokPost