Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Kredit Dorong Kenaikan Laba Bersih BNI

TRANSAKSI: Teller BNI tengah melayani seorang nasabah. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih semester pertama 2016 sebesar Rp 4,37 triliun, atau meningkat 79,9 persen.

MATARAM – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih semester pertama 2016 sebesar Rp 4,37 triliun, atau meningkat 79,9 persen. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, peningkatan kali ini terbilang sangat baik.

Kenaikan laba bersih ini ditopang antara lain oleh kinerja fungsi intermediasi BNI yang tetap solid dalam menyalurkan kredit. Meskipun pada suku bunga kredit segmen kecil telah diturunkan secara selektif sejak awal April 2016, serta kondisi perekonomian nasional yang melambat.

a�?Kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh kinerja perseroan dalam menyalurkan kredit.,a�? kata Direktur Utama BNI Achmad Baiquni.

Menurutnya pertumbuhan kredit yang signifikan didominasi oleh kreditA�Business BankingA�(produktif) sebesar 25,6 persen year on year (YOY). Sehingga menjadikan kontribusinya terhadap total kredit BNI berada pada level 73,0 persen. Secara keseluruhan kredit segmenA�Business Banking hingga akhir Juni 2016 tercatat Rp 260,79 triliun, dibanding posisi Juni 2015 yang terbukukan Rp 207,58 triliun.

KreditA�Business BankingA�tersalurkan ke segmen Korporasi 25,1 persen dari total portofolio Kredit BNI, BUMN 18,2 persen, Menengah 16,3 persen, dan Kecil 13,4 persen.

a�?Pertumbuhan signifikan terjadi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang termasuk ke dalam segmen Kredit Kecil BNI. Penyaluran KUR pada Kuartal II 2016A� meningkat Rp 7,3 triliun atau tumbuh 331 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015,a�? tambahnya.

Kinerja penyaluran kredit BNI menunjukkan kualitas fungsi intermediasi perseroan yang semakin meningkat. Karena di tengah kecenderungan menurunnya suku bunga, BNI tetap dapat mendorong kredit sekaligus mencetak Net Interest MarginA�di atas 6 persen.

Hal ini didorong oleh kemampuan BNI dalam menurunkanA�Cost of FundsA�dari 3,2 persen pada Juni 2015 menjadi 3,1 persen pada Juni 2016.A�Cost of FundsA�tetap mengalami perbaikan karena penurunan suku bunga dana deposito pada umumnya. Hal ini terjadi di sepanjang Semester I tahun 2016.

Selain penyaluran kredit, pertumbuhan laba BNI didorong oleh kontribusi Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang naik 11,7 persenA� YOY dari Rp 12,45 triliun menjadi Rp 13,91 triliun. Pendapatan Non-Bunga 28,7 persen YOY dari Rp 3,44 triliun menjadi Rp 4,43 triliun.

a�?NII tumbuh berkat realisasi penyaluran kredit BNI hingga akhir Juni 2016 yang tumbuh moderat sebesar 23,7 persen YOY dari Rp 288,72 triliun menjadi Rp 357,22 triliun,a�? tandasnya. (nur/r4)

Berita Lainnya

BPJS TK NTB Gelar Pasar Murah 2.046 Paket Sembako

Redaksi Lombok Post

BPJSTK NTB Lindungi 25.545 Pekerja Migran Indonesia

Redaksi Lombok Post

BCA Salurkan CSR Untuk Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post