Lombok Post
Selong

Sampah Menumpuk, Masyarakat Tak Taat Aturan

KERJA KERAS: Sejumpah petugas kebersihan mengangkut sampah di Selong, Lombok Timur (Lotim) yang masih saja dibuang masyarakat saat siang hari, kemarin (28/7).

SELONGA�– Sampah menumpuk dan tak terurus di sejumlah desa di Lombok Timur (Lotim) mungkin hal yang biasa. Namun jika itu terjadi di Pancor, yang menjadi bagian dari Kecamatan Selong sebagai pusat pemerintahan Lotim, tentu bukan lagi hal biasa. Itulah yang menjadi dasar kemarahan sejumlah warga yang menganggap kinerja pemerintah tak memuaskan.

a�?Petugas kebersihan tolong angkut sampah yang masih berserakan di Pancor,a�? kata Muzayyen Arkadia salah seorang warga.

Kritik yang disampaikan melalui media sosial Facebook itu sontak memancing puluhan komentar lain. Menurut sejumlah warga, penumpukan sampah di wilayah Pancor akibat dari pola pengangkutan sampah yang diubah pemerintah. Jika dulunya petugas kebersihan mengangkut sampah setiap pagi, kini diganti malam hari. Alih-alih memperbaiki keadaan, hal itu justru membuat sampah berserakan di siang hari.

a�?Jalan Diponogoro sekarang tidak ada tukang sapunya,a�? kata akun bernama Mamik Aki mengomentari kondisi di salah satu jalan protokol Selong.

Semenjak dipimpin Mulki, Kantor Kebersihan dan Tata Kota (KKTK) Lotim memang merubah jadwal pengangkutan yang semula pagi menjadi malam hari. Tujuannya agar saat matahari mulai terbit, sampah sudah tak ada lagi. Namun hal itu agaknya belum sukses. Kebiasan warga yang membuang sampah di pagi hari membuat terobosan itu seolah tak banyak berguna.

a�?Kami sudah layangkan teguran ke Kelurahan Pancor, Kelayu Utara dan Selatan,a�? kata Mulki.

Inti teguran meminta pejabat kelurahan mengarahkan masyarakat membuang sampah pada pukul 18.00-21.00 Wita saja. Melalui tokoh masyarakat termasuk pengeras suara masjid hal itu disosialisasikan. Itu sesuai jadwal pengangkutan yang dilakukan. Termasuk dengan membungkus sampah dalam wadah plastik dan semacamnya, tidak diserakkan begitu saja dipinggir jalan seperti saat ini.

a�?Kelurahan lain sudah bisa, tiga kelurahan ini yang sulit sekali,a�? ujanya.

Jika dijalankan, kondisi lima kecamatan yang dilayani diyakini akan membaik. Terlebih untuk mengatasi sampah yang masih tercecer, ada juga patroli yang dilakukan hingga tiga kali saat pagi, siang, dan sore hari. a�?Kami butuh dukungan masyarakat,a�? ujarnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Oknum Perawat Diduga Perkosa Rekan Kerjanya

Redaksi LombokPost

Jangan Main Gadget Terus Dong!

Redaksi LombokPost

Menange Rambang Butuh Sentuhan

Redaksi LombokPost

SECO Tempat Khusus Minum Kopi, Bukan Memburu Wifi

Redaksi LombokPost

Kuota Haji Lotim 2019 Bertambah

Redaksi LombokPost

RT BERIMAN Jadi Kampung Tertib Lalu Lintas

Redaksi LombokPost

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost