Lombok Post
Selong

Siapkan Semua Dengan Matang, Dari Mental Hingga Fisik

LIHAT INFO: Seolah calon pendaki Gunung Rinjani melihat plang informasi dan rute yang terpampang di Resor TNGR Sembalun, Lombok Timur.

Rinjani kini makin tersohor. Pendakinya tak hanya dari kalangan orang-orang yang hobi aktivitas penaklukan gunung. Banyak pemula yang juga kepincut, hendak menaklukkan gunung api tertinggi kedua di Indonesia itu. Berikut tips mendaki dari para ahli.

***

SEORANGA�pendaki lokal dikabarkan pingsan di tengah perjalanan hendak menaklukkan Rinjani, pekan lalu. Tim penyelamatpun terpaksa dikirim untuk menandunya turun dari kawasan gunung yang disakralkan sebagian orang Sasak itu.

a�?Itu contoh ketidaksiapan pendaki,a�? kata Kepala Resor TNGR Sembalun Mustaan.

Menurutnya sebelum mendaki ada sejumlah aturan yang wajib diperhatikan dan dipatuhi. Menyimpang sedikit saja, fatal akibatnya. Nyawa bisa jadi taruhan dan melayang begitu saja. Salah satu yang terpenting adalah kesiapan fisik. Mendaki gunung api setinggi 3.726 meter di Atas Permukaan Laut (MDPL) tentu memerlukan kekuatan fisik yang prima. Sehingga setiap orang yang hendak mendaki wajib menyiapkan diri.

Sudah banyak pemula yang menaklukkan Rinjani yang bermedan berat. Itu berkat persiapan matang yang dilakukan.

a�?Anak rumahanpun bisa, asal mempersiapkan diri,a�? ujarnya.

Paling tidak sejak sepekan sebelum mendaki, beragam exercise yang menguji kesiapan fisik harus dilakukan. Makin lama persiapan makin baik. Kendati pendaki bisa ditemani porter yang membawakan beragam barang bawaan, diri sendiri masih harus dibawa oleh si pendaki itu. Disitulah kerja keras dan latihan fisik sangat membantu. TNGR juga sudah memberi batasan, ada sejumlah penyakit bawaan yang membuat seseorang tak dibolehkan mendaki . Itu terpampang jelas di pos TNGR Sembalun.

a�?Misalnya jantung, mau bilang sekuat apapun itu, kalau sudah ada riwayat ya tidak boleh,a�? ujarnya.

Setelah fisik, persiapan perbekalan juga tak boleh dikesampingkan. Ketersediaan makanan yang cukup selama mendaki hingga pulang harus diperhitungkan. Barang bawaan sesuai kebutuhan juga harus disiapkan. Untuk itu, diperlukan pemahaman mendalam dari setiap calon pendaki. Bisa dengan mencari informasi dari sesama pendaki atau menanyakan pada pihak porter dan TNGR, atau bisa juga dengan mencari informasi di sumber lain semisal buku dan internet.

a�?Jangan sok-sok berangkat tanpa persiapan, itu akan jadi petaka,a�? kata Wawan, seorang porter yang bernaung pada penyedia jasa pariwisata Lombok Pirates.

Menurut pria yang setiap bulan rutin mendaki satu hingga tiga kali itu, persiapan yang baik sesuai kebutuhan berperan besar dalam proses pendakian. Selain makanan, perbekalan mencakup pakaian yang cocok, alat tidur dan berteduh, serta alat pendukung kehidupan di pegunungan lainnya.

Yang tak kalah penting dari semua itu adalah kesiapan mental. Royal Sembahulun, salah seorang pelaku usaha A�pariwisata Sembalun mengatakan dalam banyak kejadian yang tak diinginkan, mental yang tak siap menjadi salah satu pemicunya. Misalnya keder duluan saat menghadapi hambatan. Saat memutuskan mendaki sudah dibuat, segala pemikiran buruk harus dihilangkan. Perasaan tak mampu karena masih amatiran harus dibuang jauh-jauh.

a�?Yakinkan diri sendiri kalau anda mampu,a�? katanya. Selamat mendaki! (WAHYU PRIHADI /r3)

Berita Lainnya

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

Redaksi LombokPost

267 CPNS Lotim Lolos SKB

Redaksi LombokPost

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Redaksi LombokPost

Lotim Siapkan Tim Kewaspadaan Dini di Setiap Kecamatan

Redaksi LombokPost

Pemdes Suela Ingin Kelola Kebun Raya Lemor

Redaksi LombokPost

Pulihkan Trauma Gempa Dengan Pentas Seni

Redaksi LombokPost

Alat Berat Lambat, Hujan Semakin Mengancam

Redaksi LombokPost