Lombok Post
Giri Menang Headline

Target PAD Lobar Turun!

Sakda Lobar Mochammad Taufiq

GIRI MENANG – Memasuki semester II, Pemkab Lombok Barat akhirnya menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2016. Ini imbas dari menurunnya kontribusi dividen yang diberikan sejumlah perusahaan daerah.

Sekretaris Daerah Lobar Mochammad Taufiq mengatakan, kontribusi dividen memang mempunyai pengaruh untuk raihan PAD. Perusahaan daerah yang mendapat penyertaan modal tidak bisa memberikan dividen sesuai kesepakatan, membuat pemkab berhitung ulang. Menurunkan target PAD dari semula Rp 218 miliar menjadi Rp 208 miliar.

a�?Jangan terulang seperti tahun lalu, dimana target 100 persen tapi yang tercapai 90 persen,a�? kata Taufiq.

Menurut Taufiq, ketika PAD tidak mampu dicapai pemkab, akan berpengaruh terhadap kondisi fiskal daerah. Padahal, pemkab mempunyai kewajiban untuk mencapai target PAD ketika telah ditetapkan di awal tahun anggaran.

Karena itu, memasuki semester II ini, seluruh sumber PAD dievaluasi. a�?Setelah diidentifikasi, sumber-sumber itu tidak memungkinkan tercapai yang Rp 218 miliar, akhirnya kita turunkan ke Rp 208 miliar,a�? tambah pria berkacamata tersebut.

Langkah pemkab dengan menurunkan target PAD, dibantah Taufiq akibat perencanaan yang kurang matang. Menurut dia, tindakan penurunan target sah-sah saja dilakukan. Apalagi jika melihat sumber-sumber PAD tidak mampu mencapai apa yang telah direncanakan.

a�?Poinnya begini, ketika direncanakan harus tercapai 100 persen. Dan sah saja kita mengurangi target, setelah dikurangi otomatis yang Rp 208 miliar itu harus tercapai,a�? beber Taufiq.

Guna mencapai target PAD yang Rp 208 miliar tersebut, Taufiq telah menginstruksikan kepada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD). Seperti menutup potensi kebocoran pajak dan retribusi, hingga memaksimalkan penarikan pajak.

a�?Sudah kita kumpulkan DPPKD, hal negatif yang terjadi di 2015 harus diperbaiki tahun ini,a�? tegasnya.

Terjadinya penurunan target PAD sebesar Rp 9 miliar, disebabkan minimnya dividen tujuh perusahaan daerah. Selain itu, RS Pratama di Narmada yang dikelola Dinas Kesehatan Lobar, membuat pemkab kehilangan potensi PAD sebesar Rp 4,5 miliar.

a�?Penurunannya bukan dari pajak dan retribusi,a�? sanggah Kepala DPPKD Baiq Lale Prayatni yang ditemui terpisah.

Menurut Lale, khusus untuk RS Pratama pihaknya tidak mungkin memperoleh pendapatan dari sana. Sebab hingga saat RS tersebut belum juga beroperasi. Sedangkan untuk pajak dan retribusi tetap berjalan seperti biasanya. Target yang dibebankan pun tidak mengalami penurunan.(dit/r6)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost