D'LADIES

MTQ sebagai Sarana Menuju Islam Rahmatan lil Aalamiin

Suara Muslimah

lombokpost.net – Sahabat Da��ladies, pasti sudah tahu kan agenda Nasional di NTB pekan ini? Yup, MTQN XXVI atau Musabaqoh Tilawatil Qura��an Nasional yang ke-26. NTB didaulat sebagai tuan rumahA� pelaksanaan. Kegiatan ini akan berlangsung di 11 titik dan pembukaan berpusat di Islamic Center baru Provinsi NTB yang berada di Kota Mataram.

Berbagai persiapan dilakukan untuk menyukseskan kegiatan akbar ini.A� Ucapan selamat datang dan sukses atas terselenggaranya MTQ terpajang di berbagai tempat. Pemerintah daerah berharap MTQN kali ini benar-benar sukses diselenggarakan. Gawe besar ini dilaksanakan mulai 27 Juli dan berakhir 7 Agustus 2016. Adapun tema yang diusungA� pada MTQ tahun ini adalah a�?Upaya Mewujudkan Revolusi Mental dalam Pemantapan Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil a�?aalamiina�?.

Tema yang diusung kali ini cukup menarik. Menurut Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Agus Sartono, revolusi mental menjadi bagian dari kegiatan MTQ. a�?Revolusi mental adalah gerakan nasional, maindset masyarakat agar memiliki etos kerja tinggi, berintegritas dan gotong royong,a�? ujarnya.

A�Adapun korelasi antara MTQ dengan revolusi mental yakni pertama, diharapkan Qori dan Qoriah serta delegasi yang berkompetisi di MTQ, mengutamakan integritas, menjaga kejujuran dan tidak terjadi kecurangan, berkompetisi dengan bertanggung jawab. Kedua, etos kerja, maksudnya melalui MTQ, peserta ditekankan untuk berusaha dengan gigih untuk menjadi juara karena prestasi tertinggi dapat diraih melalui kerja keras. Ketiga, gotong royong. Keberhasilan MTQ merupakan kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Pemerintah daerah tidak hanya menjadi tuan rumah namun juga menyiapkan Qori dan Qoriah handal untuk tampil di pentas nasional. Dan Ini tentu menjadi harapan bagi semua pihak.

Sebagai bagian dari masyarakat, kita berharap tujuan dari terselenggaranya MTQ sepertiA� dengan tema yang diusung tidak hanya berlaku di MTQ saja, tapi dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu bagaimana memantapkan nilau-nilai Islam Rahmatan Lil a�?aalamiin? Mampukan kita mewududkanA� Islam Rahmatan Lil a�?aalamiinA� dalam sistem saat ini?

Allah SWT berfirman (yang arti-nya): Kami tidak mengutus engkau (Muham-mad) kecuali untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam (QS al-Anbiyaa�� 29:107).

Seperti yang dikabarkan dalam firman Allah SWT di atas, kedatangan Nabi Muhammad SAW yang membawa Islam adalah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam artinya Islam memberikan manfaat bagi seluruh alam baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Sayang, saat ini, ketika dunia dipimpin oleh kapitalisme, kaum muslim terpuruk di segala bidang. Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam sama sekali belum tercipta. Bahkan rahmatan lil muslimin saja belum terwujud. Malah sebaliknya yang tampak saat ini adalah kemudaratan yang terus terjadi di tubuh umat.

Berbagai penganiayaan dan pembantaian kaum muslim terus terjadi. Pelecehan terhadap simbol-simbol Islam terus berlangsung. Aliran sesat, ide kebebasan yang menyuburkan virus-virus LGBT dan zina merebak di mana-mana. Korupsi, penggunaan obat-obatan terlarang, khamer dan riba terus merajalela. Gencar pula deradikalisasi Islam, isu terorisme yang dilekatkan pada Islam dan banyak kemudaratan lainnya.

Semua ini karena Khilafah Islam telah diruntuhkan sejak 1924 M lalu. Sejak saat itu kaum muslim kehilangan perisai mereka; kaum muslim kehilangan institusi yang menerapkan seluruh aturan Islam yang berfungsi menjaga akal, agama, keturunan, kehormatan, jiwa, harta, juga menjaga keamanan dan negara. Hilangnya Islam sebagai pengaturan kehidupan menyebabkan hilangnya pula kedelapan fungsi tersebut.

Penerapan Islam kaffah inilah yang akan mewujudkan Islam rahmatan lil a�?alamin. Inilah wujud nyata upaya kaum Muslim untuk menyambut seruan dari Allah SWT dalam Alquran (yang artinya): a�?Wahai kaum beriman. Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian (QS Al-Baqarah ayat 208).

Wahai muslimah, sebagai bagian dari kaum muslimin tentu kita merindukan hidup dalam naungan Islam yang akan memberikan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Semoga kita diberi kemudahan untuk memperjuangkan dan merasakan hidup di bawah keberkahan Allah SWT, AMIN (*)

Related posts

Seberapa Pentingkah Asisten Rumah Tangga?

Redaksi Lombok Post

Perjuangan Fitri Nugrahaningrum, “Lentera” Bagi Anak-anak Putus Sekolah di Lombok

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati Diskon Tipuan

Redaksi Lombok Post