Lombok Post
Metropolis

Ribuan Doa Mengalir untuk Nanda

Baiq Nanda Sari Ramdani
DOA UNTUK NANDA: Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi (kiri) ditemani ayah korban Lalu Abdurrahman (kanan) berdoa untuk almarhum Baiq Nanda Sari Ramdani, kemarin (30/7). Siswa SMAN 2 Mataram ini meninggal dalam insiden pohon tumbang pada saat pawai taaruf MTQ Nasional, Jumat (29/7).

MATARAM – Meninggalnya Baiq Nanda Sari Ramdani, siswa SMAN 2 Mataram meninggalkan luka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, tapi juga masyarakat NTB. Sebab ia meninggal saat akan melaksanakan tugas sebagai peserta pawai taaruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI 2016.

Sayang, insiden patahnya dahan pohon di lokasi acara merenggut nyawanya, Jumat sore (29/7). Kepergian Nanda banyak mengundang simpati berbagai kalangan. Mulai dari teman kelas hingga masyarakat umum.

Beribu doa untuk almarhumah juga mengalir deras. Baik yang diucapkan secara langsung maupun lewat media sosial seperti facebook. Dalam sejumlah media sosial, foto Nanda juga disandingkan dengan logo MTQ Nasional XXVI 2016.

Seperti yang dibuat akun Rino Renaldi a�?untukmu Baiq Nanda Sari Ramdani, Syuhada MTQa�? dan Apink Alkaf a�?Selamat Jalan Baiq Nanda a�?Syuhadaa�� Ramadhania�?. Syuhada memiliki arti seorang muslim yang meninggal ketika berjuang di jalan Allah.

Sementara itu, pagi kemarin (30/7), Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi datang melayat ke rumah duka secara terpisah di Lingkungan Irigasi Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi langsung berdoa untuk almarhum Nanda sebelum dimakamkan. Kepada keluarga korban, TGB mengatakan, anak merupakan titipan dari Allah SWT. Jadi bila Sang Maha Pecipta memanggilnya kembali, maka pihak keluarga harus mengiklaskannya.

Sedih kehilangan seorang anak sangat wajar. Tapi ia berharap kedua orang tua tidak terlalu larut dalam kesedihan. a�?Yang dibutuhkan oleh Nanda saat ini adalah doa kita semua,a�? kata TGB HM Zainul Majdi.

Menurut gubernur, kepergian Nanda tidak sia-sia. Sebab ia meninggal saat hendak mengikuti kegiatan MTQ Nasional yang merupakan bagian dari syiar agama Islam. Sehingga dia akan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Mendengar nasihat ini, Lalu Abdurrahim, orang tua Nanda, hanya bisa menunduk dan pasrah melihat anaknya, sambil terus berdoa.

Kepala SMAN 2 Mataram Sahnan mengatakan, sekolah sangat berduka atas kepergian salah seorang siswi terbaiknya. Menurutnya, Nanda adalah anak yang baik dan aktif dalam kegiatan ekstra di sekolah.

Dia juga selalu menggerakkan kegiatan agama di musala sekolah. Bahkan, sepanjang bulan Ramadan dia selalu aktif mengisi kegiatan. Dan dalam pawai taaruf MTQ Nasional, dia salah satu anggota kafilah MTQ Kota Mataram. a�?Beliau meninggal dalam melaksanakan tugas sekolah dan negara, insyaAllah dia syahid,a�? katanya tak kuasa menahan tangis.

Sejak meninggal, sekolah mengumpulkan semua siswa dan guru. Mereka juga datang untuk mengantar kepergian Nanda. Berkumpul dan berzikir untuk almarhumah, dengan harapan ia akan menjadi penghuni surga.

a�?Kami betul-betul tidak pernah memperkirakan musibah ini, yang jelas kami sangat kehilangan almarhumah,a�? ujar sang guru. (ili/r6)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost