Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

430 Perusahaan Investasi Belum Terdaftar di OJK

ilustrasi foto dok. jabar.pojoksatu.id

MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sebanyak 430 perusahaan yang menawarkan investasi belum terdaftar di OJK. Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, seluruh perusahaan tersebut diragukan aspek legalitasnya.

a�?Ternyata tidak satu pun terdaftar di OJK,a�? kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad beberapa waktu lalu.

Dari 430 perusahaan yang masuk laporan hingga 11 Juni 2016, kata dia, sebanyak 374 tawaran investasi yang berkaitan dengan keuangan, antara lain emas, forex, e-money, e-commerce, investasi haji dan umrah. Sisanya sebanyak 56 tawaran berupa investasi di bidang properti, tanaman, komoditas dan perkebunan.

Dari jumlah tersebut, terdapat 388 tawaran dari perusahaan yang sama sekali belum diketahui kejelasan izin beroperasinya. Kemudian 13 tawaran dari perusahaan yang memiliki SIUP/TDP tetapi tidak memiliki izin yang terkait dengan investasi yang dilakukan. Serta 23 tawaran yang menjadi lingkup perdagangan komoditas dan 6 tawaran dari perusahaan yang berbentuk koperasi.

Dengan adanya Tim Satgas Waspada Investasi NTB, kata dia, menunjukkan bentuk keseriusan pemda dalam menciptakan masyarakat NTB yang memiliki akses keuangan ideal. Dan terhindar dari berbagai macam tawaran investasi ilegal yang berpotensi merugikan karena melawan hukum.

a�?Saya minta kepada masyarakat, khususnya di NTB, untuk berhati-hati terhadap segala tawaran investasi yang menggiurkan,a�? tegasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost