Lombok Post
Giri Menang

Diminati Hotel, Perajin Kekurangan Modal

PERAJIN PENGOSAK: Seorang perajin sedang membuat kerajinan pengosak di Desa Babussalam Kecamatan Gerung, beberapa waktu lalu

Pengosak dulunya merupakan wadah pencuci beras. Belakangan perabotan ini banyak dijadikan hiasan dan cendera mata. Sayang perhatian pemerintah terhadap pengembangan kerajinan khas tersebut masih kurang,

***

PENGOSAK merupakan kerjinan anyaman dari bambu atau rotan. Pengosak sendiri digunakan masyarakat Lombok sebagai wadah untuk mencuci beras. Perkakas tersebut saat ini memang hanya digunakan masyarakat pedesaan.

Itulah yang membuat pangsa pasar kerajinan ini sempat berkurang. Apalagi seiring banyak dijualnya perabotan yang lebih modern. Namun kerajinan tersebut kini mulai mendapatkan pasar baru. Untuk cendramata atau hiasan dinding.

Salah satu sentra kerajinan pengosak yang masih bertahan adalah di Desa Babussalam Kecamatan Gerung. Salah satu perajin Rohaini, 35 tahun, mengaku jumlah perajin terus berkurang.

a�?Yang membeli barang kami tidak banyak, makanya banyak perajin yang mencari kerja yang lain,a�? tuturnya.

Perajin yang ada menemui banyak kendala dalam mengembangkan kerajinan ini. Salah satunya modal. Karenanya mereka berharap bantuan modal dari Pemkab Lobar untuk mengembangkan kerajinan tersebut. Sejauh ini ia dan perajin lainnya masih menggunakan modal sendiri.

Ia mengakui, jumlah produksi kerajinan ini masih terbatas. Hal ini disebabkan modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ini cukup besar.

Dengan modal yang cukup dia menjamin usaha ini bakal berkembang. Sebab, belakangan kerajinan ini mulai dijadikan cendramata. Rumah makan hingga hotel juga sudah mulai melirik kerajinan tersebut.

a�?Kalau dulu untuk cuci beras, sekarang banyak digunaan untuk menaruh nasi, buah-buahan, hingga hiasan dinding hotel,a�? pungkasnya.

Sejauh ini, aku Rohaini, kerajinan ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Karena itu ia sangat berharap pemkab memberikan dukungan untuk mengembangkannya.

Tak hanya permodalan, ia juga berharap mendapat pembinaan. Terutama, pembinaan terkait kemasan maupun desain lainnya. Selain itu tentunya promosi produk kerajinan pengosak.

Ia menambahkan, kerajinan ini turut membantu perekonomian keluarga. Para perajin pengosak sebagian besar merupakan kaum wanita.

a�?Ini menjadi pekerjaan harian mereka. Hitung-hitung menambah penghasilan keluarga,a�? tandasnya (Ferial Ayu, Giri Menang/r4)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost