Lombok Post
Headline Praya

Festival Nyesek di Sukarara Masuk Kalender Event Pariwisata

MELIHAT-LIHAT: Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, tengah memantau Festival Begawe Jelo Nyesek di Desa Sukarara Jonggat, Lombok Tengah (Loteng).

Pemkab Lombok Tengah (Loteng), menetapkan festival nyesek atau menenun tradisional di Desa Sukarara, menjadi kalander pariwisata daerah atau layaknya Festival Bau Nyale di Desa Kuta Pujut.

***

Satu lagi acara budaya di Gumi Tatas Tuhu Trasna, yang ditetapkan sebagai festival daerah, yaitu Nyesek. Kerajinan tenun tradisional di Desa Sukarara itu bakal dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, sesuai kalender hari jadi Desa Sukarara.

Kedepan, festival tersebut akan digelar besar-besaran. Dengan melibatkan, seluruh penenun di 12 kecamatan di Loteng.A�A� A�Karena, kerajinan leluhur tersebut tidak saja dijumpai di Desa Sukarara.

Ada juga di Desa Serage Praya Barat Daya, Desa Rambitan di Pujut dan beberapa desa di kecamatan lain.Masing-masing desa memiliki motif yang berbeda, berdasarkan perjalanan sejarah desa bersangkutan.

Jika digabung menjadi satu, maka Loteng memiliki kekayaan motif songket yang patut di jual di dunia internasional.

a�?Jadi, saya minta kepada Kepala Dinas Budpar, untuk melaksanakan kegiatan nyesek ini dengan lebih baik lagi,a�? seru Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, saat melihat-lihat proses nyesek masal yang dilakukan pengerajin tenun songket di Desa Sukarara.

Orang nomor dua di Loteng itu merasa, jika gaung nyesek diperluas lagi, akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. Terlebih, mereka para pecinta kain tenun songket.

a�?Agenda nyesek kali ini, bertepatan dengan ulang tahun Desa Sukarara yang ke 261 tahun. Selamat berulang tahun, tingkatkan hasil karya dengan kaya motif songket,a�? seru Pathul lagi.

Kendati demikian, pihaknya berharap Disbudpar bisa memfasilitasi desa bersangkutan, untuk mematenkan beberapa motif songket. Dengan begitu, desa lain atau daerah lain tidak main klaim.

Menurutnya, hal itu bisa saja terjadi, karena hasil kerajinan tangan Sukarara tersebut, sudah banyak beredar hingga mencanegara.

Tema festival nyesek Sukarara Untuk Dunia, diakui Pathul bukan sekedar pemanis semata.

a�?Banyaknya upacara adat dan kekayaan alam, Insya Allah kita akan menjadi kabupaten pariwisata,a�? sambung Asisten II Setda Loteng Nasrun.

Ia berharap, desa-desa lain meniru kebijakan positif Desa Sukarara. Dengan mengangkat, potensi kekayaan desa yang dimiliki, Pemkab pun siap memfasilitasi dari sisi moral maupun material.

a�?Mari angkatlah potensi desa masing-masing, jangan ragu,a�? serunya.(Dedi Shopan Shopian /r3)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost