Lombok Post
Kriminal

Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Tiwugalih, Praya

DITANGKAP: Polisi menahan dua pemakai dan pengedar narkoba jenis sabu berinisial SA dan LI, di Praya, Lombok Tengah, Jumat (29/7). Tampak pula barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka.

MATARAM – Satnarkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) menangkap terduga pemakai dan pengedar narkoba jenis sabu, Jumat (29/7). Yakni, SA alias JU, 37 tahun, warga Kelurahan Tiwugalih, Praya, dan LI, 40 tahun, warga Sandik, Batu Layar, Lombok Barat.

Keduanya ditangkap di tempat berbeda. Petugas Satnarkoba lebih dulu mencokok SA di rumahnya sekitar pukul 12.30 Wita. Dari tangan SA ini, polisi mengamankan 12 poket kristal bening yang diyakini polisi sebagai sabu, telepon genggam dan alat hisap sabu.

a�?SA diduga sebagai pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu,a�? kata Kapolres Loteng AKBP Nurodin melalui Plh Kasatnarkoba IPTU Ery Armunanto kepada Lombok Post, kemarin (31/7).

Ia menuturkan, penangkapan ini berkat informasi dari masyarakat. Kemudian, anggota bergerak untuk menyelidiki kebenaran di rumah tersangka SA.

a�?Kami monitoring di sekitar rumah tersangka, lalu melakukan penggerebekan,a�? aku dia.

Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan sabu, serta alat hisap sabu. Lalu,A� anggota mengamankan barang bukti dan tersangka.

a�?Kami interogasi tersangka SA dan mengembangkan tersangka lain,a�? terang dia.

Berdasarkan petunjuk dari SA, polisi bergegas untuk menyelidiki pelaku lain. Hasilnya, petugas berhasil membekuk LI, yang diduga pemakai sabu.

a�?Kami tangkap di rumahnya,a�? aku dia.

Saat penangkapan, kata dia, petugas memeriksa badan tersangka dan rumahnya. Dari penggeledahan itu, pihaknya menemukan alat hisap, satu bungkus plastik klip. Dua buah pipet plastik warna putih. Enam buah pipet warna merah pth. Dua pipet kaca kondisi pecah. Empat buah jarum, tiga buah handphone.

a�?Kami juga amankan uang tunai Rp 418.000,a�? sebut Ery.

Saat ini, kedua tersangka sudah diamankan di mapolres. Pihaknya masih mengembangkan adanya kemungkinan tersangka lain. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. (jlo/r3)

Berita Lainnya

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Berkas TPPO Riyadh Kembali Dilimpahkan

Redaksi LombokPost