Lombok Post
Metropolis

Pejabat Kota Mataram Bertarung Jadi Sekda

DAFTAR PANSEL-SIR
DAFTAR: Dua orang utusan kepala dinas pertamanan dan kepala dinas pertanian datang ke sekretariat Pansel untuk mengurus pendaftaran, kemarin (1/8).

MATARAMA�– Hari pertama pendaftaran calon sekretarsi daerah (Sekda) Kota Mataram, kemarin (1/8) belum ada pejabat yang datang mendaftar. Tapi beberapa pejabat mulai unjuk gigi.

Mereka diam-diam ingin bertarung merebut kursi sekda melawan Plt. Effendi Eko Saswito. Diantara pejabat itu ada nama Kepala Dishubkominfo H Khalid, Kepala Dinas Pertamanan H Kemal Islam, dan Kepala Dinas Pertanian H Mutawalli.

Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) calon sekda Mataram Taufik Priyono mengatakan, tiga pejabat ini sudah mengambil blangko, semacam surat keterangan untuk melakukan tes kesehatan, bebas narkoba dan sebagainya. Sementara Plt. Eko sudah mengambil blangko jauh hari sebelumnya. a�?Masih banyak yang malu-malu,a�? katanya.

Meski demikian, ia tidak bisa pastikan pejabat yang mengambil blangko akan mendaftar. Tapi setelah mengambil blangko biasanya calon akan melakukan tes kesehatan, bebas narkoba dan lainnya. Hal ini dibutuhkan sebagai salah satu syarat pendaftaran.

Tes kesehatan sendiri dilakukan di RSUP NTB. a�?Kami memperkirakan akan ramai (mendaftar) tanggal 5 Agustus, sebab yang lama prosesnya adalah tes kesehatan,a�? katanya.

Sementara pejabat dari luar Pemkot Mataram juga belum ada yang mendaftar. Sejauh ini mereka hanya berkomunikasi dengan ketua pansel. Kabarnya mereka berminat melamar jabatan sekda. Salah satunya adalah pejabat nonjob di Pemprov NTB. a�?Dia katanya tertarik,a�? ujar pria yang akrab disapa Yoyok ini.

Menurutnya, idealnya para pejabat mengambil blangko pada saat pengumuman pendaftaran. Sehingga pada tanggal 1-6 Agustus mereka tinggal mendaftar. Tapi justru kebanyakan ngambil blangko sekarang.

Pengumuman pembukaan lowongan Sekda sendiri sudah diilakukan melalui media online, dan pengiriman via pos ke semua kabupaten kota, termasuk Pemprov NTB.A� Yoyok mengatakan, Pansel membuka pelayanan A�pada jam kerja pagi hingga pukul 16.00 Wita.

a�?Kalau proses seleksi kemungkinan malam karena ketua tim pansel tidak mau mengganggu jam kerja pejabat,a�? jelasnya.

Terpisah, Wali Kota MataramA� H Ahyar Abduh mempersilakan para pejabatnya bertarung memperebutkan kursi sekda. Menurutnya siapa saja punya hak untuk maju sebagai calon, asal sudah memenuhi syarat.

a�?Silahkan, siapapun silahkan! Kita terbuka dan kita fair,a�? tegas Ahyar.

Untuk proses seleksi calon sekda, Ahyar mempercayakakan sepenuhnya kepada tim pansel. Mereka yang memiliki tugas untuk menseleksi para pejabat yang layak dan memenuhi syarat. Dan ia menegaskan bahwa tidak ada calon titipan dalam hal ini. a�?Tidak. Pada akhirnya kan saya yang akan mempertimbangkan,a�? ujar politisi Golkar ini.

Sampai saat ini, belum ada pejabat yang mengajukan izin kepada wali kota untuk maju sebagai calon sekda. Hal ini tidak lepas dari kesibukan mensukseskan dua acara nasional yakni Hari Anak Nasional (HAN) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).A� a�?Tidak mikir-mikir ke sana, konsentrasi penuh kita pada acara itu,a�? ujar Ahyar.

Salah satu persyaratan ikuti seleksi di mana saja, dia harus mendapat izin atasan langsung. Baru dua pejabat telah mengajukan izin untuk maju dalam proses seleksi di Pemprov NTB, yakni Kepala Disosnakertrans HA� Ahsanul Khalik dan pejabat Badan Lingkungan Hidup (BLH) Subhan Hasan.

Untuk hal ini, Ahyar bahkan mendorong mereka. Hal ini merupakan bagian dari pembinaan kepegawaian untuk peningkatan karir mereka. a�?Syukur-syukur dia lulus, kan saya senang juga. Bangga staf saya ternyata bisa laku di situ,a�? tandas Ahyar.

Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H Mutawalli yang dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini ia masih melihat-lihat peluang untuk maju. Jika banyak yang mendaftar, menurutnya ia tidak perlu mendaftar lagi. a�?Kalau sekadar mengambil (blangko)A� belum tentu mengembalikan,a�? katanya.

Ia sendiri sudah tiga kali menduduki jabatan eselon II, mulai dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Badan Penyuluh Pertanian, dan Kepala Dinas Pertanian saat ini. Dengan usia 54 tahun, ia masih memenuhi syarat karena batas usia maksimal 57 tahun.

Tapi meski demikian, maju tidaknya ia sebagai calon sekda tergantung dari situasi. a�?Kalau memang tidak ada yang maju, daripada batal kita maju,a�? katanya.

Tapi faktor izin atasan juga menentukan. Jika ada perintah dan diizinkan wali kota maka ia akan maju dalam seleksi. Tapi jika tidak direstui, menurutnya ia cukup menjadi seorang kepala dinas pertanian saja. (ili/r6)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost