Lombok Post
Headline Praya

Petani di NTB Diminta Waspadai Anomali Iklim

PANEN RAYA: Jajaran BMKG pusat dan NTB, saat menggelar panen raya di Desa Darek, Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), kemarin (1/8).

PRAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat meminta kepada masyarakat dan khususnya para petani, untuk mewaspadai anomali iklim yang tengah terjadi. Perubahannya sulit diprediksi, karena sewaktu-waktu berubah dengan cepat.

a�?Prediksi awal kita, dibeberapa provinsi di Indonesia tahun ini akan mengalami La Nina atau kemarau basah.

Namun, bisa saja berubah,a�? kata Kepala Bina Operasi Iklim Agroklimatologi dan Iklim Maritim BMKG pusat Basuki, kemarin (1/8) saat menutup kegiatan Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Tahap III di Desa Darek Praya Barat Daya.

Kendati demikian, kata Basuki setiap perubahan itu, BMKG siap terdepan memberikan informasi perkembangan cuaca. Dengan begitu, para petani bisa memutuskan pola tanam apa yang akan jalankan.

a�?Kalau tahun 2015 lalu, kita dilanda kemarau yang cukup panjang. Tidak sedikit lahan pertanian kita mengalami puso,a�? katanya.

Tahun ini, lanjutnya justru terbalik. Namun, pihaknya berharap perubahan tersebut, tidak perlu ditakuti. Ia pun meminta, para petani yang mengikuti program SLI Tahap III, untuk menularkan pengalaman dan pengetahuan tentang pola tanam pertanian, tidak saja di NTB.

Tapi, di seluruh Indonesia. Karena program yang satu itu, tambahnya dilaksanakan secara serentak di seluruh provinsi.

a�?Alhamdulillah, di Pulau Lombok sudah empat kali kita gelar SLI ini. Insya Allah, mulai tahun depan kita mengarah ke Sumbawa dan Bima,a�? sambung Kepala BMKG Kediri-NTB Wakodim.

Dari kegitan itu, kata Wakodim para petani ditempa sedemikian rupa. Tidak saja konseptual, tapi praktek lapangan. Hasilnya, produktifitas pertanian mengalami peningkatan cukup signifikan.

a�?Mohon ditularkan lagi ke petani lain,a�? serunya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian (BKP3) Loteng Lalu Iskandar mengatakan, zaman dulu tanda-tanda perubahan iklim, dapat dilihat secara kasat mata.

Dimulai dari arah angin, dedaunan yang berguguran dan ranting yang patah. Namun, kali ini perubahan tersebut bisa diketahui melalui informasi BMKG.

Hanya saja, kata Iskandar informasi semacam itu, tidak semua masyarakat atau petani yang mengetahui. Sehingga, perlu ada perbaikan kedepannya.

a�?Jangan sampai petani kita hanya main coba-coba menanam padi. Padahal, iklimnya tidak mendukung,a�? katanya.(dss/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost