Lombok Post
Praya

Anggaran Disbudpar Loteng Dikelola SKPD Lain

PRIMADONA WISATAWAN: Inilah pantai Selong Belanak, Praya Barat Lombok Tengah, yang menjadi salah satu primadona wisatawan, beberapa waktu lalu.

PRAYA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lombok Tengah (Loteng) menyoroti pembangunan pariwisata, yang dianggap jalan ditempat. Permasalahan itu pun, membuat mereka sepakat tidak akan memberikan tambahan anggaran ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), melainkan akan dititipkan ke beberapa dinas dan instansi lain.

a�?Namun, tetap Dinas Budpar sebagai pelaku utamanya,a�? kata anggota Banggar DPRD Loteng M Tauhid pada Lombok Post, kemarin (2/8).

Kebijakan itu diambil, kata Tauhid agar pembangunan pariwisata dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat, baik fisik maupun non fisik. Untuk mensukseskannya, Banggar akan menganggarkan program pariwisata secara besar-besaran. Hanya saja, anggarannya dikelola banyak SKPD.

Anggarannya pun, tercantum pada rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA), serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) pada APBD perubahan tahun anggaran 2016 ini.

Cara semacam itu, kata Tauhid disebut program kegotong-royongan, beberapa SKPD akan membantu Dinas Budpar mensukseskan program pariwisatanya.

Misalnya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM harus menyediakan infrastruktur jalan menuju obyek wisata secara mantap, ditambah penerangan jalan dan fasilitas pendukung lainnya. Begitu pula Satpol PP, menyangkut urusan Kamtibmas.

a�?Karena perlu kita pahami bersama, bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan daerah, sehingga tidak bisa Disbudpar berjalan sendiri. Harus dibantu,a�? katanya.

Apalagi, tambah Tauhid Bupati HM Suhaili FT dan Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri memasang target, bahwa pariwisata di Gumi Tatas Tuhu Trasna, diharapkan menjadi salah satu kiblat pariwisata nusantara dan dunia.

a�?Kami meminta agar Dinas Budpar, tidak mengeluhkan anggaran lagi,a�? kata Sekretaris Komisi II DPRD Loteng Muhalip, terpisah.

Kendati anggaran di Dinas Budpar, kata Muhalip per tahunnya sebesar Rp 2 miliar lebih. Namun, tahun ini dan seterusnya, anggarannya besar. Tapi, tidak dikelolaA� sendirian. a�?Suatu daerah akan maju, jika pariwisatanya juga ikut maju. Begitu pula sebaliknya,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie mengatakan, memang tidak bisa urusan pariwisata itu dikerjakan sepenuhnya Disbudpar.

Namun, butuh kerja sama SKPD lain. Jika dikroyok, cepat atau lambat pariwisata Loteng akan mendunia. Apalagi, setelah Mandalika Resort dibangun.

a�?Yang merasakan dampak kemajuan pariwisata itu adalah, masyarakat kita sendiri. Mari bersama-sama kita ciptakan Sapta pesona,a�? kata Putrie, terpisah.(dss/r3)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost