Lombok Post
Praya

Gara-gara Main Sepakbola, Siswa SMA 4 Praya Tawuran

Kapolsek Praya IPTU Dewa K. Suardana

PRAYA – Sejumlah siswa di SMA 4 Praya, di Lombok Tengah (Loteng) melakukan aksi tawuran. Penyebabnya adalah, perselisihan pertandingan sepakbola antar kelas, hingga aksi itu pun meluas setelah beberapa dari mereka, mengundang rekannya dari sekolah luar SMK 2 Praya.

a�?Kejadiannya Senin (kemarin) sekitar pukul 11.00 Wita di SMA 4 Praya. Hari ini (Selasa) kita proses,a�? kata Kapolsek Praya IPTU Dewa K. Suardana, kemarin (2/8).

Tawuran antar pelajar itu terjadi, kata Suardana berawal dari acara peringatan ulang tahun SMA 4 Praya. Guru dan pelajar pun sepakat, menggelar pertandingan persahabatan antar kelas, hiburan siswa dan kegiatan lainnya. Hanya saja, salah satu rangkaian ulang tahun tersebut, berujung keributan.

Antar pelajar, lanjutnya melakukan aksi pemukulan, hingga dua siswa mengalami cidera. Korbannya meliputi, Lalu Wahuda Prawinata asal Dusun Puyung Desa Ketare Pujut, dan Hendrian Sevianto Yusman Desa Sengkol Praya Barat, masing-masing siswa kelas XI SMA 4 Praya.

a�?Atas kejadian itu, kita mengamankan tiga orang siswa bersangkutan, yang diduga terlibat pemukulan,a�? katanya.

Adapun tiga siswa yang diduga sebagai pemicu perkelahian antar siswa tersebut, dalam proses penyelidikan kepolisian.

a�?Aksi tawuran di SMA 4 Praya itu, berujung panjang. Setelah, mereka mengundang teman-temannya dari SMK 2 Praya. Ini yang sedang kami cari tahu, siapa yang mengundang,a�? katanya.

Untungnya, tambah Suardana Polsek Praya dengan cepat mengambil tindakan, sehingga aksi tawuran bisa diredam. Kendati demikian, pihaknya masih mendalami aksi tersebut. Dengan harapan, menemukan kembali beberapa terduga provokator.

a�?Permasalahan seperti itu, sebenarnya tidak akan terjadi. Kalau para guru, ikut mengawasi anak-anaknya bertanding,a�? sesal Sekretaris Dinas Dikpora Loteng Lalu Dipta, terpisah.

Potret semacam itu, diakui Dipta harus dijadikan pelajaran bagi lembaga pendidikan lainnya, di seluruh Loteng. Dengan cara, melaksanakan pertandingan sepakbola maupun olahraga lainnya, secara sportif. Jika terjadi perselisihan, maka tugas juri atau wasit dan guru yang bertindak.

Bukan sebaliknya, dibiarkan begitu saja.

Ia pun meminta, lembaga pendidikan yang dimaksud, untuk bertanggungjawab atas kejadian tersebut. a�?Tolong pimpinan sekolah dan guru lebih tanggap lagi. Jangan sampai niat ingin merayakan ulang tahun sekolah, justru menjadi masalah,a�? kata Dipta.(dss/r3)

Berita Lainnya

Maulid, Momentum Jaga Persatuan Umat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost