Lombok Post
Headline Metropolis

Khalid Tantang Eko Bersaing Sehat

Khalid (2)
Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, H Khalid

MATARAMA�– Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram belum laku. Para pejabat yang digadang-gadang akan maju belum juga berani mendaftar. Meski sudah lima pejabat yang mengambil formulir, tapi belum bisa dipastikan mereka akan daftar.

Hingga Selasa (2/8), tidak ada pejabat yang datang melamar ke sekretariat Pansel Sekda di Pendopo Wali Kota Mataram. Termasuk Plt. Sekda Effendi Eko Saswito. Eko terlihat masih santai meski mengetahui pendaftaran sudah dibuka.

a�?Belum, kan masih ada waktu sampai 6 Agustus,a�? katanya.

Ia mengatakan, pada waktunya nanti ia akan mendaftar, sebab saat ini ia masih harus melengkapi beberapa persyaratan. Meski demikian, menurutnya tidak ada persyaratan yang terlalu berat. Sebab hanya pemeriksaan kesehatan, tes narkoba dan tes kejiwaan.

Jika mendapat lawan dalam perebutan kursi Sekda Kota Mataram, Eko mengaku senang. Menurutnya, semakin banyak saingan, maka akan semakin baik. a�?Bagus, malah kita berharap, kan ini terbuka untuk siapapun,a�? katanya, kemarin (2/8).

Di tempat terpisah, Ketua Pansel Sekda Kota Mataram Muazar Habibi mengatakan, sudah lima orang yang mengambil kertas blangko. Semacam syarat untuk pendaftaran.

a�?Satu dari pejabat Pemprov NTB, empat dari pejabat kota. Itu kami tidak sebutkan namanya. Karena kalau sudah mendaftar baru kami umumkan,a�? kata Muazar kepada Lombok Post.

Dengan adanya ketertarikan ini, Muazar menegaskan bahwa isu adanya calon tunggal tersebut tidak benar. Ia juga mengatakan tidak ada pejabat yang menjadi anak emas. Karena mereka semua harus mengikuti prosedur yang disiapkan pansel.

a�?Nanti siapa saja yang mendaftar itu akan kami umumkan 6 Agustus lewat media masa. Kalau kurang dari empat, pendaftaran akan diperpanjang 7×24 jam atau selama seminggu,a�? terang dosen FKIPA� Unram ini.

Seperti yang diketahui, sejumlah pejabat Kota Mataram dikabarkan siap melawan Plt Sekda H Efendi Eko Saswito yang diunggulkan dalam bursa Sekda Kota Mataram. Diantaranya yakni Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, H Khalid, Kepala Dinas PKP, H Mutawali, hingga Kepala Dinas Pertamanan, H Kemal Islam.

Namun, beberapa pejabat senior yang dianggap kuat, memiliki pengalaman dan kemampuan setara dengan Eko malah enggan bersaing dalam bursa Sekda. Misalnya saja Asisten III Setda Kota Mataram Hj Baiq Evi Ganevia dan Kepala Dispenda H Syakirin Hukmi.

a�?Kalau saya kurang tertarik (jadi Sekda, Red). Jabatan ini saja sudah cukup tinggi. Sudah lah,a�? kata Evi.

Sementara Kepala Dinas Tata Kota, Kota Mataram HL Junaidi juga mengaku tidak tertarik dengan posisi Sekda Kota Mataram. a�?Saya sudah tua, jadi kurang tepat untuk posisi ini,a�? ucapnya.

a�?Masih ada pejabat yang lebih pantas dan memang punya kemampuan. Misalnya saja Pak Asisten II yang kini menjadi Plt Sekda, Pak Eko. Saya pikir dia punya pengalaman dan kemampuan untuk itu,a�? tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram H Khalid yang dikonfirmasi mengakui ia sudah mengambil formulir dan siap untuk maju melamar jadi sekda.

Saat ini ia tengah mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan, mulai dari tes kesehatan, tes bebas narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan tes kesehatan jiwa. a�?Tinggal tes kejiwaan yang belum, besok (hari ini) saya tes,a�? ujarnya.

Khalid mengatakan, sejak awal ia sudah berniat maju. Namun selama ini tidak pernah terekspose ke media karena tidak pernah ditanya wartawan. Setelah ia mempelajari ternyata ia sudah memenuhi syarat. Bahkan sebelum mengambil formulir ia salat istikharah dahulu. Hal ini dilakukan untuk membulatkan tekad untuk maju.

Pengalamannya di birokrasi sudah cukup panjang mulai dari Lurah Pejeruk, Lurah Ampenan Utara, Camat Ampenan, Camat Sekarbela, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) satu tahun, dan kini sudah tiga tahun menduduki posisi Kepala Dishubkominfo Kota Mataram.

Khalid membantah ia maju hanya sebagai pelengkap, apalagi dikatakan calon boneka. Ia menegaskan, semua harus berkompetisi dan bersaing secara sehat. Bahkan ia menyerukan kepada semua pejabat yang menenuhi syarat ramai-ramai mendaftar.

a�?Kita bersaing yang sehat, dan berkompetisi. Mari! Soal hasilnya kita serahkan kepada pansel dan Tuhan,a�? ujarnya. (ili/ton/r6)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost