Lombok Post
Metropolis

Komisi IV Setuju, Kepala Sekolah Pasrah

SMAN 5 Mataram
BAKAL PINDAH: Inilah SMAN 5 Mataram yang ada di Jalan Udayana. Sekolah ini akan ditukar dengan SMKN 8 Mataram karena kelebihan kapasitas.

MATARAMA�– Keinginan Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram H Sudenom untuk menukar SMAN 5 Mataram dengan SMKN 8 Mataram mendapat berbagai respon. Setelah sebelumnya Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mengungkapkan nada negatif dengan rencana ini, Komisi IV DPRD Kota Mataram malah sebaliknya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram H Muhir menunjukkan gelagat setuju dengan rencana itu. a�?Karena itu satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah saat ini. Kita tahu daya tampung dan ruang belajar di SMAN 5 Mataram tidak menampung kapasitas siswa yang ada,a�? kata Muhir.

Sehingga, menurutnya memang perlu dicarikan lokasi baru untuk SMAN 5 Mataram. Untuk menyiasati persoalan yang ada sekarang ini. Selain itu, jika terwujud, SMAN 5 Mataram pindah ke SMKN 8 Mataram begitu juga sebaliknya, Muhir menjelaskan permasalahan kemacetan di Udayana akibat pelajar bisa teratasi.

Ia mengaku tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kepindahan SMAN 5 Mataram ke lokasi SMKN 8 Mataram di Rembiga. a�?Dimanapun sekolah itu kalau kualitas dan proses belajar megajarnya baik, pasti dicari. Karena kalau kualitasnya bagus, biar di Mapak pun akan tetap bagus,a�? kata dia.

Hanya saja, saat ini anggota dewan belum bisa menyetujui keinginan Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram. Karena, saat ini belum ada kepastian dari BPKAD Kota Mataram. a�?Karena ini kan aset. Harus ada koordinasi antara Dikpora dengan BPKAD serta dinas terkait. Kalau mereka sudah duduk bareng dan menginventarisir sarana yang ada, silahkan ajukan ke dewan,a�? kata Muhir.

Ia menilai, luas SMKN 8 Mataram yang lebih satu hektare memang cocok untuk lokasi SMAN 5 Mataram yang siswanya membludak. Sebaliknya, jumlah siswa SMKN 8 Mataram yang tidak terlalu banyak tepat untuk dipindah ke SMAN 5 Mataram.

a�?Tahun ini bisa memungkinkan langsung dipindah. Apalagi ini kan dua-duanya aset kota,a�? jelasnya.

Terpisah, Kepala SMKN 8 Mataram Kun Andrasto menanggapi keinginan Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram. a�?Kalau kami sifatnya hanya menunggu dan mengikuti kebijakan saja,a�?A� kata dia, singkat.

Ia mengaku apapun kebijakan pimpinan tentu ada pertimbangannya tersendiri.

Senada, Kepala SMAN 5 Mataram H Abdurrasyidin juga mengungkapkan demikian. a�?Bukan kewenangan kami untuk mengatakan setuju atau tidak setuju. Karena tugas kami sebagai kepala sekolah hanya menjalankan kebijakan pimpinan,a�? tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah siswa yang membludak di SMAN 5 Mataram tidak terlepas dari keberadaan siswa yang masuk lewat jalur Bina Lingkungan (BL). Ini sama dengan SMAN 1 Mataram.

Siswa yang masuk lewat jalur ini melebihi jumlah siswa yang diterima lewat jalur bina prestasi dan jalur online pada PPDB beberapa waktu lalu. Siswa BL ini disinyalir sebagai siswa yang dititip oleh para pejabat di Kota Mataram. (ton/r6)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost