Lombok Post
Metropolis

Musa, Tantang Hafidz Dewasa

HAFIZ CILIK : Musa tengah menunjukan kemampuan terbaiknya dalam MTQ XXV di kategori Hifzil Quran yang digelar di Taman Budaya Mataram, Selasa (2/8).

MATARAM a�� Hafiz cilik Musa La Ode Abu Hanafi, sukses bikin heboh digelaran lanjutan Hifzil Quran di Taman Budaya, Mataram kemarin (2/8).

Hafiz cilik termuda yang namanya pernah tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) itu, datang memperkuat daerahnya, Provinsi Bangka Belitung.

Bocah 8 tahun ini, berlomba dengan para hafidz berbagai kalangan usia, di Indonesia yang hafal 30 juz Alquran.

a�?Subhanallah, hafiz kecil yang luar biasa,a�? puji Ketua Bidang Tahfiz 30 Juz, Muhammad Taufik, saat menyambut kedatangan Musa dan rombongannya di belakang panggung.

Sepanjang jalannya tes hafalan yang diberikan oleh Dewan Hakim, dari pantauan Lombok Post, Musa dapat menjawab dan melanjutkan dengan baik, potongan-potongan ayat yang diujikan.

Hanya saja memang, sempat terdengar bunyi bel dari dewan Hakim yang menilai pelafazan ayat dari Musa, kurang jelas. Beberapa Dewan Hakim yang coba dikonfirmasi media ini, memiliki pandangan berbeda.

Ada yang memaklumi, karena usia Musa relatif masih, sangat kecil sehingga suara tidak dilafazkan dengan jelas dan terang.

Namun, beberapa Dewan Hakim lainnya, tetap akan memporsikan secara profesional.

a�?Bagaimanapun juga, ini lomba tingkat Nasional, kita berharap memang bacaanya harus jelas dan terang,a�? kata Dr KH Syarwir Dahlan salah satu Dewan Hakim yang berhasil dimintai pendapatnya oleh Koran ini.

Dahlan pada dasarnya sangat memuji penampilan Musa. Hanya saja penilaian tetap harus dilakukan secara profesional. Dengan memperhatikan tajwid dan bacaannya.

Bahkan kehadiran Musa dalam MTQ kali ini, bisa menjadi motivasi bagi para orang tua dan anak-anak lainnya untuk ikut jejak Musa menjadi hafiz Alquran.

a�?Kalau hafalan sangat mantap, walaupun harus ada perbaikan pada tawid dan fashahah,a�? tandasnya.

Itu sedikit tidaknya akan mempengaruhi penilaian Dewan Hakim pada penampilan bocah yang telah mengikuti perlombaan di tingkat Internasional, di Jeddah, Arab Saudi dengan menjadi peserta termuda.

Usai tampil, Musa lantas diserbu sejumlah penonton di belakang panggung yang berharap bisa berfoto dengannya. Bakan saat Musa sudah menaiki mobil, beberapa orang mencoba untuk tetap meminta moment berfoto dengannya. Sayang, Musa bersikeras menolak.

Sementara itu, ayahnya La Ode Abu Hanafi, menilai penampilan putranya sudah cukup baik dan mampu menjawab dengan lancar. Ia juga ikut menyoroti soal bel yang dibunyikan Dewan Hakim, yang disebabkan bacaanya yang memang kurang jelas dan terang.

a�?Tapi kalau hafalan saya rasa mumtaz ya, seratus. Makanya para juri tadi bilang bener-bener maju (baca) terus, jurinya ngomong seperti itu,a�? tandasnya. (cr-zad/r4)

 

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost