Lombok Post
Metropolis

Kekuatan Daerah Merata

UJUK KEMAMPUAN: Salah satu peserta lomba tafsir Bahasa Inggris tampil di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Selasa (2/8). Pada cabang ini, selain kemampuan pemahaman Alquran, peserta juga dituntut lancar berbahasa Inggris.

MATARAM – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI cabang tafsir Bahasa Inggris telah dimulai sejak Selasa (2/8) lalu.

Bertempat di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, para peserta unjuk kemampuan tafsir Alquran menggunakan Bahasa Inggris.

Ketua Panitia Bidang Musabaqoh dan Perhakiman Muhsinin menjelaskan, dalam cabang ini pemahaman serta penafsiran ayat serta vocabulary menjadi kriteria utama penilaian.

a�?Selain memahami Alquran, kefasihan Bahasa Inggris juga harus diperhatikan oleh setiap peserta,a�? ungkapnya.

Setiap harinya akan ada delapan peserta yang tampil. Berbeda dengan cabang lomba lain di MTQ, pada lomba tafsir Bahasa Inggris ini setiap harinya akan ada qori dan qoriah yang tereliminasi.

Peserta yang tersingkir nantinya berdasarkan penilaian Dewan Hakim. Peran Dewan Hakim sendiri dipastikan netral dan tidak berpihak.

a�?Dewan Hakim benar-benar obyektif dalam menilai. Sehingga hasilnya benar-benar maksimal,a�? ungkap Muhsinin.

Tata cara pelaksanaan lomba, usai melafazkan ayat, peserta akan menerima pertanyaan acak yang diajukan oleh Dewan Hakim. Pertanyaan berkaitan dengan pemahaman tafsir Alquran.

a�?Akan mengerucut sendiri. Nantinya peserta terbaiklah yang akan tersisa,a�? tukasnya.

Pantuan Lombok Post, pada mata lomba ini, peserta masing-masing daerah terlihat sudah membekali diri. Kualitas peserta bagus dan cukup merata.

Peserta yang tampil di hari pertama, dari masing-masing daerah memiliki kualitas dan kuantitas yang hampir sama.

Sehingga, persaingan di lomba tafsir Bahasa Inggris ini terbilang sangat kompetitif. (zen/r4)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost