Lombok Post
Giri Menang

Pegawai Lobar Mengerti Tax Amnesty

Kepala Ekstensifikasi KPP Pratama Mataram Timur, I Made Suweta

GIRI MENANG – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mataram Timur memberikan sosialisasi Tax Amnesty pada seluruh jajaran SKPD Pemkab Lobar, di Aula Kantor Bupati Lobar, kemarin (3/8).

Kepala Ekstensifikasi KPP Pratama Mataram Timur, Made Suweta mengatakan, hal ini dilakukan untuk peningkatan pemahaman pegawai mengenai program tersebut.

a�? Dengan begitu tidak ada yang bisa menyembunyikan lagi keberadaan asetnya,a�? ujarnya.

Ia menuturkan, pelaksanaan sosialisasi amnesty pajak dititik beratkan pada informasi mengenai penyampaian amnesty pajak pada setiap wajib pajak. Sebab melalui tax amnesty, diyakini dapat meningkatkan penerimaan pajak dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

a�?Ini merupakan upaya menggali potensi pajak di Lobar,a�? pungkasnya.

Sementara Bupati Lobar H Fauzan Khalid menyambut baik sosialisasi tersebut. Ia merasa tersanjung karena Lobar menjadi kabupaten pertama penyelenggaraan sosialisasi Tax Amnesty.

Ia mengakui, realisasi Tax Amnesty masih minim jika dikaitkan dengan target. Namun hal ini tidak menjadi alasan bagi pemkab untuk pesimis terhadap program tersebut.

Realisasi awal program Tax Amnesty di pusat masih 30 persen. Namun seiring berjalannya waktu, diyakini meningkat menjadi 80 persen. Ia juga yakin jika tahap awal Tax Amnesty di Lobar akan melebihi 50 persen.

a�?Saya yakin di tahap awal ini diatas 50 persen,a�? tandasnya. (fer/dit/r6)

Berita Lainnya

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost