Lombok Post
Sportivo

Voli Pasir NTB Siap Lanjutkan Tradisi Emas di PON Jabar

CANTIK DAN BERPRESTASI: Atlet voli pasir NTB, Putu Dini Jasita kembali menjadi tumpuan medali NTB pada PON 2016 Jabar. Bersama pasangannya, Dhita Juliana, ia diharapkan melanjutkan tradisi emas di ajang empat tahunan itu.

MATARAM – Tim voli pasir NTB siap mengamankan satu medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat (Jabar) yang akan berlansung 17-29 September mendatang. Voli pasir yang menjadi salah satu cabor unggulan NTB ditargetkan meraup satu medali emas.

Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) NTB H Surya bahari menjelaskan, kondisi delapan atletnya kini sudah siap tempur. Para atlet sudah berada di Pelatda Rinjani setelah menggelar training center (TC) satu bulan di Bali. a�?Target satu emas kita optimis,a�? kata Surya, kemarin (4/8).

Voli pasir NTB memang memiliki catatan manis di level nasional. Tradisi medali emas sudah mengalir sejak Agus Salim dan Ni Putu Timi Rahayu yang kini menjabat pelatih, masih berstatus atlet.

Meski sempat vakum, beberapa edisi PON, tradisi emas NTB di cabor ini dilanjutkan oleh pasangan putri, Putu Dini Jasita dan Dhita Juliana. Keduanya sudah membuktikan ketika tampil di PON 2012 Riau.

Nah, tradisi emas itulah yang akan dipertahankan mereka di edisi PON ke 19 di Jabar September mendatang. Bahkan, SuryaA� optimistis, di kategori putri, akan terjadi all NTB final. a�?Hasil dua kejuarnas terakhir NTB 1 (Putu Dini Jasita-Dhita Juliana) dan NTB 2 (Desy Ratnasari-Allysa Mutakharah) masuk tiga besar,a�? jelas Surya.

Voli pasir salah satu cabor yang a�?rajina�? ikut kejurnas. Wajar saja, jika Surya penuh optimis menatap PON Jabar. Hasil kejurnas voli pasir di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) Juli lalu, pasangan Putu Dini Jasita-Dhita Juliana bertengger di peringkat pertama. Sedangkan juniornya, Desy Ratnasari-Allysa Mutakharah di posisi tiga.

Tim putra juga tidak kalah menjanjikan. Hasil Sidoarjo Open, NTB 1 pasangan Danang-Tio merebut posisi dua. Sementara NTB 2, Sandi-Edi hanya finish di enam besar. Hasil identik juga tercipta di Kejurnas Jogja Open selang beberapa minggu.

a�?Untuk putra, saingan terberat adalah Jogjakarta. Kita memang belum pernah menang sekalipun. Tapi kalahnya juga skor tipis,a�? jelasnya.

Meski atletnya diuntungkan di atas kertas, Surya tak ingin membusungkan dada terlebih dahulu. Dia selalu mengingatkan kepada pemainnya untuk tetap waspada, dan tak menganggap remeh lawan.

a�?Saya selalu ingatkan kepada pemain, jangan menganggap remeh lawan meski kalian unggulan. Tapi, anggaplah semua lawan yang akan dihadapi nanti tim tangguh,a�? tegasnya.

Untuk mecapai target emas tersebut, dia mengaku, sudah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan membangun lapangan voli pasir di kawasan GOR 17 Desember Turida. a�?Di PON Jabar, venue pertandingannya tidak di pesisir pantai, tapi di tengah kota. Jadi kita siapkan seperti itu,a�? pungkasnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post